Mengukur efektivitas suatu program kegiatan bukanlah hal
yang sangat sederhana, karena efektivitas dapat dikaji dari berbagai
sudut pandang dan tergantung pada siapa yang menilai serta
menginterpretasikan. Bila dipandang dari sudut produktivitas,
maka seseorang mannajer produksi memberikan pemahaman
bahwa efesiensi berarti kualitas dan kuantitas (output) barang dan
jasa.
Tingkat efektivitas juga dapat diukur dengan
membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil
nyata yang telah diwujudkan. Namun, jika usaha atau hasil
pekerjaan dan tindakan yang dilakukan tidak tepat sehingga
menyebabkan tujuan tidak tercapai atau tidak tepat pada sasaran
yang diharapkan, maka hal itu dikatakan tidak efektiv. Adapun
kriteria atau ukuran mengenai pencapaian tujuan efektif atau tidak,
sebagaimana dikemukakan oleh Siagina adalah sebagai berikut:
1) Kejelasan tujuan yang hendak dicapai, hal ini dimaksudkan
supaya karyawan dalam pelaksanaan tugas mencapai sasaran
yang terarah dan tujuan organisasi dapat tercapai.
2) Kejelasan strategi pencapaian tujuan, telah diketahui bahwa
strategi adalah “pada jalan” yang diikuti dalam melakukan
berbagai upaya untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditentukan
agar para implementer tidak tersesat dalam pencapaian tujuan
organisasi.
3) Proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap, berkaitan
dengan tujuan yang hendak dicapai dan strategi yang ditetapkan
artinya kebijakan harus mampu menjembatani tujuan-tujuan
dengan usaha-usaha pelaksanaan kegiatan operasional.
4) Perencanaan yang matang, pada hakekatnya berarti memutuskan
sekarang apa yang akan dikerjakan oleh organisasi di masa
depan.
5) Penyusunan program yang tepat, suatu rencana yang baik masih
perlu dijabarkan dalam program-program pelaksanaan yang
tepat sebab apabila tidak, para pelaksana akan kurang memiliki
pedoman bertindak dan bekerja.
6) Tersedianya sarana dan prasarana kerja, salah satu indikator
efektivitas organisasi adalah kemampuan bekerja secara
produktif. Dengan sarana dan prasarana yang tersedia dan
mungkin disediakan oleh organisasi.
7) Pelaksanaan yang efektif dan efisien, bagaimanapun baiknya
suatu program apabila tidak dilaksanakan secara efektif dan
efisien maka organisasi tersebut tidak akan mencapai
sasarannya, karena dengan pelaksanaan organisasi semakin
didekatkan pada tujuannya.
8) Sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik
mengingat sifat manusia yang tidak sempurna maka efektivitas
organisasi menuntut terdapatnya sistem pengawasan dari
pengendalia.
Sedangkan Richard M. Steers mengatakan mengenai
tingkat efektivitas, sebagai berikut:
1) Pencapaian tujuan
Pencapaian tujuan adalah keseluruhan upaya pencapaian tujuan
harus dipandang sebagai suatu proses.
2) Integrasi
Integrasi yaitu pengukuran terhadap tingkat kemampuan suatu
organisasi untuk mengadakan sosialisasi, pengembangan
konsensus dan komunikasi dengan berbagai macam organisasi
lainnya.
3) Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan organisasi untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungannya.
