Auditor yang memiliki reputasi baik akan cenderung menjaga kualitas
audit sehingga reputasinya terjaga dan tidak kehilangan klien. DeAngelo (1981)
dalam Muammar (2015) menyimpulkan bahwa semakin besar perusahaan dapat
menghasilkan kualitas audit lebih baik daripada perusahaan akuntansi kecil.
Selain itu, KAP berskala besar memiliki insentif yang lebih besar untuk
menghindari kerusakan reputasi kritik daripada KAP skala kecil. KAP berskala
besar lebih mungkin mengungkapkan masalah yang ada karena mereka lebih
kuat menghadapi risiko litigasi. Argumen ini menunjukkan bahwa KAP besar
memiliki lebih banyak insentif untuk mendeteksi dan melaporkan masalah
kelangsungan bisnis klien.
Tamba (2009) dalam penelitian Muammar (2015) mendefinisikan kualitas
audit sebagai probabilitas kesalahan dan penyimpangan yang dapat dideteksi
dan dilaporkan. Probabilitas deteksi dipengaruhi oleh isu-isu yang mengacu
pada audit yang dilakukan oleh auditor untuk menghasilkan opini. Masalah
yang terkait dengan masalah audit adalah kompetensi auditor, persyaratan yang
berkaitan dengan audit dan persyaratan pelaporan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa KAP besar akan berusaha menyajikan kualitas audit lebih
besar daripada KAP yang lebih kecil.
