Indikator Pengendalian Internal


Menurut V. Wiratna Sujarweni (2015:71) sistem pengendalian internal
memiliki 5 komponen utama sebagai berikut:

  1. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian merupakan sarana dan
    prasarana yang ada di dalam organisasi atau perusahaan untuk menjalankan
    struktur pengendalian internal yang baik.
  2. Penaksiran Risiko. Manajemen perusahaan harus dapat mengidentifikasi
    berbagai risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Dengan memahami risiko,
    manajemen dapat mengambil tindakan pencegahan, sehingga perusahaan dapat
    menghindari kerugian yang besar.
  3. Aktivitas Pengendalian. Kegiatan pengawasan merupakan berbagai proses dan
    upaya yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk menegakkan
    pengawasan atau pengendalian operasi perusahaan.
  4. Informasi dan Komunikasi. Merancang sistem informasi perusahaan dan
    manajemen puncak harus mengetahui hal-hal berikut ini:
    a. Bagaimana transaksi diawali.
    b. Bagaimana data dicatat ke dalam formulir yang siap dimasukkan kesistem
    komputer.
    c. Bagaimana fail data dibaca, diorganisasi, dan diperbaharui isinya.
    d. Bagaimana data diproses agar menjadi informasi dan informasidiproses lagi
    menjadi informasi yang lebih berguna bagi pembuat keputusan
    e. Bagimana informasi yang baik dilakukan.
    f. Bagaimana transaksi berhasil.
  5. Pemantuan adalah kegiatan untuk mengikuti jalannya sistem informasi
    akuntansi, sehingga apabila ada sesuatu berjalan tidak seperti yang diharapkan,
    dapat segera diambil tindakan.