Berikut langkah-langkah dalam proses audit internal yang bisa ditempuh (Bahri,
2022:87):
a. Perencanaan jadwal audit.
Bagian terpenting dari suatu proses audit yang baik adalah memiliki jadwal audit yang
tersedia agar semua orang tahu kapan setiap proses akan diaudit selama siklus yang
akan datang (biasanya jadwal tahunan). Jika tidak memiliki rencana audit dan
dilakukan audit secara mendadak, hal itu seolah memberikan kesan bahwa manajemen
sudah tidak percaya lagi dengan karyawannya. Dengan menerbitkan jadwal audit,
kesan yang disampaikan adalah bahwa auditor datang untuk membantu pemilik proses
untuk melakukan perbaikan.
b. Perencanaan proses audit.
Langkah pertama dalam perencanaan audit adalah mengkonfirmasi dengan pemilik
proses kapan audit akan dilakukan. Rencana diatas lebih kepada pedoman seberapa
penting proses akan diaudit dan kapan kira-kira akan dilakukan, tetapi dengan
mengkonfirmasi memungkinkan auditor dan pemilik proses untuk berkolaborasi dalam
menentukan waktu terbaik dan secara bersama-sama meninjau proses yang ada.
Auditor dapat meninjau hasil audit sebelumnya dan melihat apakah ada tindak lanjut
yang diperlukan pada komentar atau masalah yang sebelumnya ditemukan, dan ketika
pemilik proses dapat mengidentifikasi daerah yang perlu perbaikan maka auditor dapat
melihat dan membantu pemilik proses untuk mengidentifikasi informasi yang
diperlukan.
c. Melakukan audit.
Fokus kegiatan ini untuk mengumpulkan bukti bahwa proses ini berfungsi seperti yang
direncanakan dalam sistem manajemen mutu, dan efektif dalam menghasilkan output
yang dibutuhkan. Salah satu hal yang paling berharga yang auditor dapat lakukan untuk
pemilik proses, tidak hanya untuk mengidentifikasi area-area yang tidak berfungsi
dengan baik, tetapi juga untuk menunjukkan proses mana saja yang dapat berfungsi
lebih baik jika dilakukan perubahan.
d. Pelaporan audit.
Pertemuan penutupan dengan pemilik proses adalah suatu keharusan untuk
memastikan bahwa aliran informasi tidak tertunda. Pemilik proses ingin tahu apakah
ada kelemahan yang perlu ditangani, dan juga untuk mengetahui jika ada proses yang
bisa di improve. Ini harus diikuti dengan catatan tertulis sesegera mungkin untuk
memberikan informasi dalam format yang lebih permanen untuk membuat tindak
lanjut dari informasi tersebut. Dengan mengidentifikasi tidak hanya area-area yang
tidak sesuai dengan proses, tetapi juga area positif dan area yang memiliki potensi
untuk improvement, pemilik proses akan mendapatkan nilai tambah yang lebih baik
dari internal audit yang dilakukan, dengan melakukan perbaikan proses dari
informasi tersebut.
e. Tindak lanjut atas masalah atau perbaikan yang ditemukan.
Tindak lanjut merupakan salah satu langkah penting. Jika masalah telah ditemukan dan
tindakan lanjut perbaikan telah dilakukan, lalu memastikan bahwa temuan tersebut
telah diperbaiki maka itu merupakan kunci dari perbaikan.
