Sifat-sifat Kepemimpinan


Upaya untuk menilai sukses atau gagalnya pemimpin itu antara
laian dilakukan dengan mengamati sifat-sifat dan kualitas perilakunya.,
yang dipakai sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya.
Menurut Ordway Tead yang dikutip oleh Kartini Kartono (2003;37-41)
menjelaskan terdapat 10 sifat yang harus dimiliki oleh seorang
pemimpin, yaitu sebagi berikut :
1) Energi jasmaniah dan mental, yaitu mempunyai daya tahan,
keuletan, kekuatan baik jasmani maupun mental untuk mengatasi
semua permasalahan.
2) Kesadaran akan tujuan dan arah, mengetahui arah dan tujuan
organisasi, serta yakin akan manfaatnya.
3) Antusiasme, pekerjaan mempunyai tujuan yang bernilai,
menyenangkan, memberikan sukses, dan dapat membangkitkan
antusiasme bagi pimpinan maupun bawahan.
4) Keramahan dan kecintaan, dedikasi pemimpin bisa memotivasi
bawahan untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan semua
pihak, sehingga dapat diarahkan untuk mencapai tujuan.
5) Integritas, pemimpin harus bersikap terbuka; merasa utuh bersatu,
sejiwa dan seperasaan dengan anak buah sehingga bawahan
menjadi lebih percaya dan hormat.
6) Penguasaan teknis, setiap pemimpin harus menguasai satu atau
beberapa kemahiran teknis agar ia mempunyai kewibawaan dan
kekuasaan untuk memimpin.
7) Ketegasan dalam mengambil keputusan, pemimpin yang berhasil
pasti dapat mengambil keputusan secara cepat, tegas dan tepat
sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya.
8) Kecerdasan, orang yang cerdas akan mampu mengatasi masalah
dalam waktu yang lebih cepat dan cara yang lebih efektif.
9) Keterampilan mengajar, pemimpin yang baik adalah yang mampu
menuntun, mendidik, mengarahkan, mendorong, dan
menggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu.
10) Kepercayaan, keberhasilan kepemimpinan didukung oleh
kepercayaan anak buahnya, yaitu percaya bahwa pemimpin dengan
anggota berjuang untuk mencapai tujuan.
Hal yang sama disampaikan oleh George R. Terry yang dikutip
oleh Kartini Kartono (2003;41-43) tentang sepuluh sifat pemimpin
yang unggul, yaitu:
1) Kekuatan. kekuatan badaniah dan rokhaniah merupakan syarat
yang pokok bagi pemimpin sehingga ia mempunyai daya tahan
untuk menghadapi berbagai rintangan.
2) Stabilitas emosi. pemimpin dengan emosi yang stabil akan
menunjang pencapaian lingkungan sosial yang rukun, damai, dan
harmonis.
3) Pengetahuan tentang relasi. Pemimpin memiliki pengetahuan
tentang sifat, watak, dan perilaku bawahan agar bisa menilai
kelebihan/kelemahan bawahan sesuai dengan tugas yang
diberikan.
4) Kejujuran. Pemimpin yang baik harus mempunyai kejujuran yang
tinggi baik kepada diri sendiri maupun kepada bawahan.
5) Obyektif. Pemimpin harus obyektif, mencari bukti-bukti yang
nyata dan sebab musabab dari suatu kejadian dan memberikan
alasan yang rasional atas penolakannya.
6) Dorongan pribadi. Keinginan dan kesediaan untuk menjadi
pemimpin harus muncul dari dalam hati agar ikhlas memberikan
pelayanan dan pengabdian kepada kepentingan umum.
7) Keterampilan berkomunikasi. Pemimpin diharapkan mahir menulis
dan berbicara, mudah menangkap maksud orang lain, mahir
mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbeda-beda
untuk mencapai kerukunan dan keseimbangan.
8) Kemampuan mengajar. Pemimpin diharapkan juga menjadi guru
yang baik, yang membawa orang belajar pada sasaran-sasaran
tertentu untuk menambah pengetahuan, keterampilan agar
bawahannya bisa mandiri, mau memberikan loyalitas dan
partisipasinya.
9) Keterampilan sosial. Dia bersikap ramah, terbuka, mau menghargai
pendapat orang lain, sehingga ia bisa memupuk kerjasama yang
baik.
10) Kecakapan teknis atau kecakapan manajerial. Pemimpin harus
superior atau beberapa kemahiran teknis tertentu.