Beban kerja merupakan suatu kondisi banyaknya tugas yang harus
diselesaikan oleh seorang karyawan (George dan Jones, 2012). Beban
kerja didefinisikan sebagai upaya untuk melakukan pekerjaan serta
efisiensi dan kinerja individu. Beban kerja yang berlebih akan
menyebabkan peningkatan stres, terdapat masalah mental dan juga fisik
serta rasa ketidakpuasan yang mungkin menjadi ancaman terhadap
kesehatan karyawan (Baheshti dkk, 2015). Turunnya produktivitas kerja
dan timbulnya penyakit akibat kerja disebabkan oleh beban kerja yang
sudah melebihi kapasitas. (Wahdaniyah dan miftahuddin 2018) Beban
kerja merupakan proses menentukan jam kerja yang digunakan dalam
menyelesaikan pekerjaan dengan jangka waktu tertentu (Setianingsih
2017). Beban kerja menurut (Akob 2016) yaitu pekerjaan yang harus
diselesaikan dengan rentang waktu yang sudah ditentukan. Beban kerja
merupakan kegiatan yang berhubungan dengan waktu dalam hal ini dapat
dilihat dari kapasitas waktu yang diberikan dalam mengerjakan suatu
pekerjaan, seperti yang telah diataur dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang
ketenaga kerjaan pasal 77 ayat (2) menyatakan bahwa waktu dalam
bekerja yaitu 7 jam per hari dalam satu minggu terhitung enam hari kerja
atau 5 jam per hari dalam satu minggu terhitung lima hari kerja
Menurut Munandar (2014), mengklasifikasikan beban kerja kedalam
faktor-faktor intrinsik dalam pekerjaan sebagai berikut :
- Tuntutan Fisik. Kondisi kerja tertentu dapat menghasilkan prestasi
kerja yang optimal di samping dampaknya terhadap kinerja pegawai,
kondisi fisik berdampak pula terhadap kesehatan mental seorang tenaga
kerja. Kondisi fisik pekerja mempunyai pengaruh terhadap kondisi faal
dan psikologi seseorang. Dalam hal ini bahwa kondisi kesehatan pegawai
harus tetap dalam keadaan sehat saat melakukan pekerjaan, selain istirahat
yang cukup juga dengan dukungan sarana tempat kerja yang nyaman dan
memadai. - Tuntutan tugas Kerja shift/kerja malam sering kali menyebabkan
kelelahan bagi para pegawai akibat dari beban kerja yang berlebihan.
Beban kerja berlebihan dan beban kerja terlalu sedikit dapat berpengaruh
terhadap kinerja pegawai. Beban kerja dapat dibedakan menjadi dua
kategori yaitu :
a. Beban kerja terlalu banyak/sedikit “ Kuantitatif” yang timbul
akibat dari tugas yang terlalu banyak/sedikit diberikan kepada tenaga kerja
untuk diselesaikan dalam waktu tertentu.
b. Beban kerja berlebihan/terlalu sedikit Kualitatif yaitu jika orang
merasa tidak mampu untuk melaksanakan suatu tugas atau melaksanakan
tugas tidak menggunakan keterampilan dan atau potensi dari tenaga kerja.
Menurut Tarwaka (2011) performasi kerja manusia terdiri dari 3
(tiga) dimensi beban kerja yang dihubungkan dengan performansi, yaitu :
1.Beban waktu (time load) menunjukkan jumlah waktu yang
tersedia dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring tugas atau kerja. - Beban usaha mental (mental effort load) yaitu berarti banyaknya
usaha mental dalam melaksanakan suatu pekerjaan. - Beban tekanan Psikologis (psychological stress load) yang
menunjukkan tingkat risiko pekerjaan, kebingungan, dan frustrasi
Penelitian ini mendasarkan diri pada pendapat Baheshti dkk ( 2015)
yang mengatakan bahwa beban kerja adalah sebagai upaya untuk
melakukan pekerjaan serta efisiensi dan kinerja individu. Beban kerja yang
berlebih akan menyebabkan peningkatan stres, terdapat masalah mental
dan juga fisik serta rasa ketidakpuasan yang mungkin menjadi ancaman
terhadap kesehatan karyawan
