Menurut Khun Chin Sophonpanich dalam (Abu Ahmadi 2007) aspekaspek budaya organisasi antara lain :
a. Ketekunan (dilligency)
b. Ketulusan (sincerity)
c. Kesabaran (patience)
d. Kewirausahaan (entrepreneurship).
Sedangkan Amnuai dan Schien (dalam Achmad Sobirin 2007)membagi
budaya organisasi kedalam beberapa aspek, yaitu :
a. Aspek kualitatif (basic)
b. Aspek kuantitatif (shared) dan aspek terbentuknya
c. Aspek komponen (assumption dan beliefs),
d. Aspek adaptasi eksternal (eksternal adaptation)
e. Aspek Integrasi internal (internal integration) sebagai proses
penyatuan budaya melalui asimilasi dari budaya organisasi yang
masuk dan berpengaruh terhadap karakter anggota.
Lebih jelas lagi diungkapkan oleh Desmondgraves (dalam Hasibuan 2007)
mencatat sepuluh item research tool (dimensi kriteria, indikator) budaya
organisasi yaitu :
a. Jaminan diri (Self assurance)
b. Ketegasan dalam bersikap (Decisiveness)
c. Kemampuan dalam pengawasan (Supervisory ability)
d. Kecerdasan emosi (Intelegence)
e. Inisatif (Initiative)
f. Kebutuhan akan pencapaian prestasi (Need for achievement)
g. Kebutuhan akan aktualisasi diri (Need for self actualization)
h. Kebutuhan akan jabatan/posisi (Need for power)
i. Kebutuhan akan penghargaan (Need for reward)
j. Kebutuhan akan rasa aman (Need for security).
Menurut Robbins (2003), Aspek-aspek budaya organisai adalah :
- Identitas Keanggotaan, dimana anggota (pegawai) mengidentifikasi
dengan organisasi secara keseluruhan - Penekanan Kelompok, tingkat dimana aktivitas kerja diorganisasikan
dalam kelompok dari pada individu - Fokus Pada Manusia, keputusan manajemen dibuat dengan
mempertimbangkan akibat bagi performansi pegawai - Integrasi Unit, tingkat dimana unit-unit dalam organisasi didorong
untuk berprestasi dalam suatu koordinasi - Kontrol, tingkat kepengawan yang digunakan untuk mengontrol
perilaku pegawai - Toleransi Resiko,tingkat dalam karyawan atau anggota didorong
untuk agresif, inovatif dan berani mengambil resiko - Kriteria Penghargaan, yaitu alokasi penghargaan (peningkatan upah,
promosi) didasarkan atas performansi karyawan daripada senioritas,
favoritas ataupun rasa tidak suka - Toleransi Konflik, yaitu tingkat dimana pegawai didorong untuk
terbiasa dengan perbedaan dan terbuka dengan kritik - Hasil Akhir, yaitu tingkat dimana organisasi memusatkan pada hasil
yang dicapai dengan cara-cara kreatif dan produktif - Fokus Pada Sistem Terbuka,yaitu tingkat dimana organisasi
memonitor dan merespon perubahan-perubahan yang terjadi
dilingkungan luarnya
