Teori Motivasi Kerja

  1. Hierarki Teori Kebutuhan (Hierarchical of Needs Theory)
    Teori motivasi Maslow dinamakan, “A theory of human
    motivation”. Teori ini mengikuti teori jamak, yakni seorang
    berperilaku atau bekerja karena adanya dorongan untuk memenuhi
    bermacam-macam kebutuhan. kebutuhan yang diiinginkan
    seseorang berjenjang, artinya bila kebutuhan yang pertama telah
    terpenuhi, maka kebutuhan tingkat kedua akan menjadi yang utama.
    Selanjutnya jika kebutuhan tingkat kedua telah terpenuhi, maka
    muncul kebutuhan tingkat ketiga dan seterusnya sampai tingkat
    kebutuhan kelima. Dasar dari teori ini adalah:
    a) Manusia adalah makhluk yang berkeinginan, ia selalu
    menginginkan lebih banyak. Keinginan ini terus menerus
    dan hanya akan berhenti bila akhir hayat tiba.
    b) Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi alat
    motivasi bagi pelakunya; hanya kebutuhan yang belum
    terpenuhi yang menjadi alat motivasi.
  2. Teori ERG
    Teori ini dikemukakan oleh Clayton Alderfer yang berargumen
    bahwa ada 3 kelompok kebutuhan inti, yaitu :
    a) Existence (eksistensi)
    Kebutuhan akan eksistensi, yaitu kebutuhan yang dipuaskan
    oleh faktor-faktor seperti makanan, air, udara dan istirahat.
    Kebutuhan mencakup butir-butir Maslow yang dianggap
    sebagai kebutuhan psikologis dan keamanan.
    b) Relatedness (keterhubungan)
    Kebutuhan untuk berhubungan dengan pihak yang lain, yaitu
    kebutuhan yang dipuaskan oleh hubungan sosial dan
    hubungan antarpribadi yang bermanfaat. Kebutuhan sejalan
    dengan kebutuhan sosial Maslow dan komponen eksternal
    pada klasifikasi penghargaan Maslow.
    c) Growth (pertumbuhan)
    Pertumbuhan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang
    dimiliki seseorang untuk mengembangkan keahlian, kreatif
    dan produktif. Kebutuhan Maslow yang tercakup pada
    kebutuhan aktualisasi diri.