Menurut Mitchell (1997) motivasi atau dorongan adalah proses yang
menjelaskan intesitas, arah, dan ketekunan seorang individu dalam
mencapai suatu tujuan. Chukwuma (2014) motivasi adalah suatu proses
dimana kebutuhan- kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan
serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu.
Tujuan yang jika berhasil dicapai akan memuaskan atau memenuhi
kebutuhan kebutuhan tersebut. Sedangkan menurut Hasibuan (2014)
motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan
kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja
efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai
kepuasan. Motivasi itu sendiri merupakan faktor yang paling
menentukan bagi seorang karyawan dalam bekerja. Meskipun
kemampuan dari karyawan maksimal disertai dengan fasilitas yang
memadai, namun jika tidak ada motivasi untuk mendorong karyawan
untuk bekerja sesuai tujuan maka pekerjaan tersebut tidak akan berjalan
sesuai dengan tujuan. Motivasi kerja merupakan suatu perangsang
keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang karena
setiap motivasi mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan dimana dimaksudkan
untuk mempengaruhi maupun mendorong seseorang untuk melakukan
sesuatu atau tindakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup
seperti yang diinginkan. Dengan adanya motivasi dalam diri seseorang,
maka akan dengan mudah untuk mengarahkan dan menggerakan orang
tersebut untuk melakukan sesuatu hal seperti yang diinginkan untuk
mencapai tujuan yang dikehendaki. Motivasi untuk setiap individu
dalam melakukan sesuatu pada dasarnya berbeda-beda, sehingga hal ini
menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi oleh manajemen
karena motivasi yang menurun dalam diri karyawan akan berpengaruh
langsung terhadap kinerja karyawan.
