Keseimbangan kehidupan kerja (Work-Life Balance) secara singkat
dapat dikatakan sebagai keseimbangan antara tanggung jawab profesional
seseorang dan kehidupan pribadinya, yang mencakup keluarga, waktu
luang, kesehatan, dan kegiatan non-kerja lainnya. Berbagai perspektif
mengenai definisi ini mengakui sifat subjektifnya dan ketergantungannya
pada prioritas individu. Definisi keseimbangan kehidupan kerja tidak statis
dan berkembang seiring dengan perubahan sosial, kemajuan teknologi,
dan tahap kehidupan individu. Apa yang merupakan keseimbangan yang
sehat bagi satu orang mungkin sangat berbeda bagi orang lain. Faktorfaktor seperti norma budaya, tuntutan industri, nilai-nilai pribadi, dan
struktur keluarga semuanya berperan dalam membentuk persepsi dan
upaya individu untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja.
Mengutip dari artikel web kompasiana (2023) ada beberapa langkahlangkah yang perusahaan dapat untuk mengimplementasikan kebijakan
kerja fleksibel yang efektif dalam mendukung keseimbangan kerja dan
kehidupan karyawan, perusahaan dapat melakukan langkah-langkah
berikut:
1) Memberikan fleksibilitas waktu kerja kepada karyawan, termasuk
pilihan jam kerja yang fleksibel, jam kerja yang lebih pendek, atau
jadwal kerja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.
2) Mengimplementasikan program kesejahteraan karyawan yang
komprehensif, termasuk akses ke fasilitas kebugaran, program
kesehatan, dan seminar tentang manajemen stres dan keseimbangan
hidup.
3) Menciptakan budaya kerja yang mendukung keseimbangan hidup
karyawan, dengan mempromosikan kesadaran akan pentingnya
keseimbangan hidup, memberikan peran model bagi manajer dalam
menjaga keseimbangan hidup mereka sendiri, dan menghormati batas
waktu karyawan.
4) Menjaga komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan,
menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa nyaman untuk
berbagi masalah atau kekhawatiran mereka terkait keseimbangan
hidup.
Definisi lain menurut Hasanah (2022) menyatakan bahwa Work-Life
Balance dibagi atas dua, yaitu dalam pandangan perusahaan dan dalam
pandangan karyawan. Dalam pandangan perusahaan Work-Life Balance
adalah sebuah tantangan untuk menciptakan budaya yang mendukung di
perusahaan dimana karyawan yang bekerja dalam perusahaan dapat
fokus pada pekerjaan mereka di tempat kerja. Sedangkan, dalam
pandangan karyawan Work-Life Balance adalah kebebasan dalam
mengelola kewajiban kerja dan pribadi atau tanggung jawab terhadap
keluarga.
Menurut Bloombury dalam (Sarikit, 2021) Work-Life Balance adalah
“Work-Life Balance is a feeling of being in control of your life, being
able to exercise choice, and about finding an equilibrium between
your own needs and those of others, whether at work or at home”
