Lussier (2017: 45) mengemukakan bahwa persepsi diartikan sebagai
interpretasi seseorang terhadap suatu realita atau dapat diartikan interpretasi
realita. Dalam hubungan antar manusia persepsi sama pentingnya dengan
suatu realita yang ada. Jarvis (2019: 108) dalam bukunya mengatakan proses
kognitif terdiri dari lima bidang studi, salah satunya yaitu persepsi adalah
suatu kondisi seseorang dalam memasukan dan menganalisa suatu sumber
informasi dari luar. Fokus dalam memproses suatu hal akan membuat individu
menjadi lebih perhatian. Hal ini didukung pendapat dari Walgito (2002: 87-
88) bahwa persepsi merupakan proses yang didahului dengan proses
penginderaan, diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera dengan
proses sensori. Proses tidak berhenti begitu saja tetapi akan tetap dilanjutkan
prosesnya hingga disebut sebagai proses persepsi. Stimulus persepsi dapat
datang dari luar yang bersangkutan dengan individu dan juga dari dalam
individu sendiri.
Suryanto, dkk (2012: 29) menjelaskan persepsi adalah suatu proses
kognitif dalam diri individu untuk menginterpretasikan sebuah stimulus yang
dihadapinya. Adapun proses persepsi untuk diri sendiri yang disebut sebagai
persepsi diri yang dimaknai sebagai proses interpretasi terhadap dirinya
sendiri. Persepsi melibatkan proses kognitif dalam diri individu yang
melibatkan beberapa aktivitas dimulai dari penerimaan rangsangan,
memproses stimulus kedalam memori otak, setelah itu menginterpretasikan
stimulus berdasarkan informasi data yang telah disimpan memori nya.
Menurut Harvey dan Smith (dalam Widyastuti 2014: 34) persepsi
merupakan suatu proses dalam diri seseorang ketika membuat suatu penilaian
(judgement) dan membentuk suatu kesan (impression) mengenai beberapa hal
yang ada dalam penginderaan seseorang. Pembentukan penilaian dan kesan
ini adalah upaya dalam pemberian makna suatu hal.
Slameto (dalam Rahmawaty 2017: 279) menjelaskan tentang persepsi
yaitu suatu hal yang diproses didalam diri manusia mengenai suatu pesan
stimulus yang masuk kedalam otak manusia yang berhubungan dengan
lingkungannya berada. Individu antar individu lainnya memiliki suatu persepi
yang akan memberikan suatu nilai dan suatu arti yang berbeda.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan
bahwa persepsi adalah suatu hal yang timbul dalam diri seseorang untuk
menilai dan memberikan kesan pada suatu stimulus dan keadaan
lingkungannya.
Gomes (2003: 213-216) menyatakan pengembangan karir yaitu urutan
dari kegiatan dan perilaku pegawai yang terkait dengan sikap kerja, nilai-nilai,
dan aspirasi yang merupakan suatu persatuan dari kebutuhan pelatihan untuk
masa yang akan datang dengan perencanaan sumber daya manusia. Sudut
pandang pegawai melihat pengembangan karir sebagai gambaran jalur
karirnya di masa depan di dalam organisasi nya dan memiliki tanda bahwa
adanya kpenetingan bersifat jangka panjang dari organisasi kepada
pegawainya, sedangkan dari sudut pandang organisasi pengembangan karir
merupakan pemberian jaminan akan adanya pegawai-pegawai mengisi jabatan
kosong di waktu mendatang.
