Faktor-faktor yang memengaruhi Kepuasan Kerja


Mangkunegara (2017: 120) mengemukakan dua faktor yang
memengaruhi kepuasan kerja yaitu :
a. Faktor pegawai yaitu kecerdasan dalam IQ, keahlian khusus, usia, jenis
kelamin, keadaan fisik, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, masa
jabatan kerja, kepribadian, cara berpikir, persepsi, dan sikap kerja
b. Faktor pekerjaan berkaitan dengan jenis pekerjaan, bentuk struktural
organisasi, pangkat kedudukan jabatan, kualitas mutu pengawasan,
jaminan finansial, kesempatan promosi jabatan, interaksi dan hubungan
kerja antar pegawai.
Menurut Kreitner dan Knicki (dalam Kaswan :197-198) menyatakan
lima faktor yang dapat memengaruhi kepuasan kerja yaitu:
a. Need Fulfillment (Pemenuhan Kebutuhan)
Kepuasan kerja ditentukan sejauh mana karakteristik pekerjaan
memberikan kesempatan pegawai dalam memenuhi kebutuhannya. Hal
ini didukung oleh survey Society for Human Resource bahwa pegawai
mengatakan pilihan teratas yang berkaitan dengan kemampuan pegawai
dalam memenuhi aneka kebutuhan dasar yaitu adanya kompensasi,
tunjangan, rasa aman di dalam pekerjaan, keseimbangan pekerjaan.
b. Discrepancies (Perbedaan)
Kepuasan kerja merupakan suatu hasil pemenuhan harapan. Pemenuhan
harapan yang ada menggambarkan perbedaan antara apa yang pegawai
harapkan dengan sesuatu yang diperoleh individu dari hasil
pekerjaannya. Apabila harapan lebih besar daripada yang diterima maka
pegawai tidak akan puas begitu pula sebaliknya pegawai akan puas jika
menerima manfaat lebih diatas harapannya
c. Value Attainment (Pencapaian Nilai)
Landasan Value Attainment yakni kepuasan merupakan hasil dari
persepsi pekerjaan yang memberikan pemenuhan nilai kerja pegawai
pada yang penting.
d. Equality (Keadilan)
Kepuasan kerja merupakan fungsi dari seberapa adil pegawai
diperlakukan di tempat bekerjanya. Kepuasan ini merupakan hasil
persepsi individu dengan perbandingan antara hasil kerja dan input
relatifnya lebih menguntungkan dibandingkan dengan output nya.
e. Dispositional/Genetic Components (Komponen Genetik)
Keyakinan bahwa kepuasan kerja sebagian merupakan fungsi sifat
pribadi dan faktor genetik. Faktor genetik diprediksi secara signifikan
pada kepuasan kerja dan kesejahteraan.
Munandar (2014: 357-363) menjelaskan faktor-faktor yang
memengaruhi kepuasan kerja yaitu :
a. Intrinsik pekerjaan :
Hal-hal yang terkait dengan intrinsik pekerjaan seperti keragaman,
kesulitan, jumlah pekerjaan, tanggung jawab, otonomi, kendali terhadap
metode kerja, kemajemukan dan kreativitas dapat memengaruhi
kepuasan kerja pegawai
b. Gaji dan penghasilan :
Imbalan bagi pegawai harus diberikan secara adil. Jumlah gaji yang
diterima, dan sejauh mana gaji dapat memenuhi harapan pegawai dan
cara pemberian gaji dapat memengaruhi kepuasan kerja pegawai
c. Penyeliaan :
Hal ini terkait dengan sikap konsisten dari pemimpin pekerjaan
d. Rekan-rekan yang menunjang
Tenaga kerja yang mengerjakan tugas dengan masukan rekan lain
sehingga mereka dapat berkoordinasi dengan baik ataupun bekerja
secara mandiru dengan cara dikoordinir oleh pimpinan
e. Kondisi pekerjaan yang menunjang
Perusahaan perlu mengupayakan kondisi lingkungan yang menunjang
jika kondisi tidak baik akan menimbulkan suasana tidak nyaman dalam
bekerja.
Rivai dan Sagala (dalam Kawiana 2020: 262) mengemukakan pendapat
tentang faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja yaitu :
a. Gaya kepemimpinan
b. Produktivitas kerja
c. Perilaku
d. Locus of Control.
e. Pemenuhan harapan penggajian dan efektivitas dalam bekerja.
Herzberg (dalam Frasher 2020: 46) menyatakan bahwa faktor-faktor
yang memengaruhi kepuasan kerja yaitu (a). kemajuan, (b). pengakuan, (c).
tanggung jawab, (d). perkembangan karir, (e). pekerjaan itu sendiri. Faktor –
faktor tersebut merupakan sebuah pemuas bila dapat dioptimalkan maka akan
membantu perbaikan prestasi, penurunan mutasi karyawan, sikap toleran
terhadap manajemen dan berdampak baik pada kesehatan mental pegawai.