Beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan pada tenaga kerja atau
karyawan untuk diselesaikan pada waktu tertentu dengan menggunakan
keterampilan dan potensi dari tenaga kerja.
Koesomowidjojo, (2017:21) Beban kerja merupakan suatu proses dalam
menetapkan jumlah jam kerja sumber daya manusia yang bekerja, digunakan, dan
dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan untuk kurun waktu tertentu.
Menurut Menurut Vanchapo (2020:1) Beban kerja merupakan sebuah
proses atau kegiatan yang harus segera diselesaikan oleh seorang pekerja dalam
jangka waktu tertentu. Apabila seorang pekerja mampu menyelesaikan dan
menyesuaikan diri terhadap sejumlah tugas yang diberikan, maka hal tersebut
tidak menjadi suatu beban kerja. Namun, jika pekerja tidak berhasil maka tugas
dan kegiatan tersebut menjadi suatu beban kerja.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa beban kerja
adalah sejumlah aktivitas/pekerjaan yang diberikan kepada karyawan dengan
kapasitas beban pekerjaan yang berlebih dan harus diselesaikan sesuai dengan
waktu yang telah ditetapkan.
2.1.3.2. Tujuan dan Manfaat Analisis Beban Kerja
Tujuan adanya analisis beban kerja diantaranya adalah sebagai berikut:
- Penataan atau penyempurnaan struktur organisasi.
- Penilaian prestasi kerja jabatan dan prestasi kerja unit.
- Bahan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja.
- Sarana peningkatan kinerja kelembagaan.
- Penyusunan daftar karyawan.
- Penyusunan rencana kebutuhan karyawan dari unit yang berlebihan ke unit
yang kekurangan.
Analisis beban kerja dilaksanakan untuk memperoleh dan mengetahui
besarnya beban kerja relatif dari seseorang karyawan, jabatan, unit kerja, bahkan
suatu organisasi secara keseluruhan. Hasil dari analisis beban kerja nantinya
diharapkan dapat meningkatkan kualitas para karyawan, mengelola sumber daya
manusia dalam organisasi serta melakukan penyempurnaan maupun penyusunan
dalam prosedur kerja. Berikut ini adalah manfaat melakukan analisis beban kerja
(Koesomowidjojo,2017:91) : - Penentuan jumlah kebutuhan karyawan.
- Melakukan proses yang terorganisir dalam melakukan penambahan atau
pengurangan karyawan. - Melakukan penyempurnaan tugas dalam jabatan-jabatan yang ada pada setiap
organisasi. - Melakukan perhitungan beban kerja karyawan dalam satu periode tertentu.
- Penyempurnaan SOP (Standard Operating Procedure).
- Penyempurnaan struktur organisasi.
- Pengukuran waktu kerja dan melakukan penentuan standar waktu dalam
menyelesaikan tugas.
