Indikator Lingkungan kerja


Menurut Mahadika (2019:4) yang menjadi indikator-indikator lingkungan
kerja yaitu:

  1. Lingkungan Kerja Fisik
    Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat
    disekitar tempat kerja dan dapat mempengaruhi karyawan. Ada beberapa
    kondisi fisik dari tempat kerja yang baik, yaitu:
    a. Penerangan
    Cahaya atau penerangan sangat besar manfaat bagi karyawan, guna
    mendapat keselamatan dan kelancaran kerja. Oleh sebab itu perlu
    diperhatikan (cahaya) yang terang tapi tidak menyilaukan. Cahaya yang
    kurang jelas dapat menyebabkan pekerjaan akan melambat. Banyak
    mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menyebabkan kurang efisien
    dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga tujuan organisasi sulit dicapai.
    b. Suhu
    Dalam keadaan normal, tiap anggota tubuh manusia mempunyai
    temperatur berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha mempertahankan
    keadaan normal, dengan suatu sistem tubuh yang sempurna sehingga dapat
    menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi diluar tubuh.
    c. Udara
    Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk
    menjaga kelangsungan hidup, proses metabolisme. Udara disekitar
    dikatakan kotor apabila kadar oksigen dalam udara telah berkurang dan
    telah bercampur dengan gas atau bau-bauan yang berbahaya bagi
    Kesehatan tubuh. Dengan cukup oksigen disekitar tempat kerja, ditambah
    dengan pengaruh secara psikologis akibat adanya tanaman disekitar tempat
    kerja, keduanya akan memberikan kesejukan dan kesegaran pada jasmani.
    Rasa sejuk dan segar selama bekerja akan membantu mempercepat
    pemulihan tubuh akibat lelah setelah bekerja.
    d. Suara Bising
    Salah satu polusi yang cukup menyibukkan untuk para pakar adalah
    kebisingan, yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Kebisingan
    dalam jangka panjang dapat mengganggu ketenangan bekerja, merusak
    pendengaran, dan menimbulkan kesalahan komunikasi. Karena pekerjaan
    membutuhkan konsentrasi, maka suara bising hendaknya dihindari agar
    pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan efisien sehingga
    produktivitas kerja meningkat.
    e. Bau-bauan di tempat kerja
    Adanya bau-bauan ditempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran
    karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja. Pemakaian air conditioner
    (AC) yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk
    menghilangkan bau-bauan yang mengganggu disekitar tempat kerja.
    f. Keamanan kerja
    Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan
    aman, perlu diperhatikan adanya keberadaannya. Salah satu upaya menjaga
    keamanan di tempat kerja dapat memanfaatkan tenaga satuan petugas
    keamanan (SATPAM).
  2. Lingkungan Kerja Non Fisik
    Lingkungan kerja non fisik adalah lingkungan kerja yang menyenangkan
    dalam arti terciptanya hubungan kerja yang harmonis antara karyawan dan
    atasan, karena pada hakekatnya manusia dalam bekerja tidak hanya mencari
    uang saja, akan tetapi bekerja merupakan bentuk aktivitas yang bertujuan
    untuk mendapatkan kepuasan. Lingkungan kerja non fisik, diantaranya:
    a. Hubungan antar karyawan
    Hubungan kerja sesama pegawai maupun dengan pimpinan termasuk
    dalam indikator lingkungan kerja. Kualitas hubungan antar pegawai yang
    baik dapat berdampak pada peningkatan produktivitas kerja sekaligus
    kekompakan dalam internal perusahaan. Penyelenggaraan kegiatan seperti
    outbound perusahaan termasuk salah satu upaya untuk meningkatkan
    kualitas hubungan sesama pegawai dan pimpinan dalam perusahaan.
    Dengan membentuk tim yang solid, perusahaan bisa fokus pada target
    yang ingin dicapai bersama-masa.
    b. Hubungan dengan atasan
    Hubungan atasan dengan karyawannya harus dijaga dengan baik dan harus
    saling menghargai antara atasan dengan bawahan. Dengan saling
    menghargai maka akan menimbulkan rasa hormat diantara individu
    masing-masing