Menurut Hidayat et al. (2024) terdapat 5 (lima) yang menunjukkan indikator
kepuasan kerja, antara lain:
a. Pekerjaan terkait pada sifat dan tingkat kesulitan tugas yang dikerjakan,
memberikan rasa nyaman, kepuasan, serta tantangan bagi karyawan.
Dengan adanya fleksibilitas kerja memungkinan karyawan untuk memilih
tugas yang sesuai dengan kemampuan dan tantangan yang mereka inginkan,
meningkatkan kepuasan dan rasa nyaman dalam pekerjaan.
b. Pendapatan atau gaji, meskipun ini lebih berfokus pada kompensasi,
fleksibilitas kerja yang optimal bisa meningkatkan kepuasan kerja secara
keseluruhan. Hal seperti ini sering membuat orang yang memiliki persepsi
lebih positif terhadap gaji, terutama jika fleksibilitas berkontribusi pada
keseimbangan kehidupan pribadi dan profesional
c. Kesempatan promosi adalah fleksibilitas kerja dapat memberikan
opportunity kepada karyawan guna mengembangkan keterampilan yang
dibutuhkan untuk promosi, membantu mereka merasa lebih puas dengan
jalur karir yang mereka pilih.
d. Gaya pengawasan dapat memengaruhi kepuasan kerja, gaya pengawasan
yang mendukung fleksibilitas kerja bisa meningkatkan kepuasan kerja,
karena karyawan merasa lebih terlibat dan memiliki suara dalam
pengambilan keputusan, yang juga berkontribusi pada keseimbangan kerja
hidup.
e. Rekan kerja adalah sesama karyawan dalam organisasi yang bekerja sama
dalam melaksanakan tugas. Lingkungan kerja yang fleksibel dapat
memperkuat kolaborasi dengan rekan kerja, membuat suasana kerja yang
positif dan mendukung, akibatnya meningkatkan kepuasan kerja
