Faktor-faktor Pengembangan Karir


Moekijat (2010) mengemukakan lima faktor yang dipertimbangkan dalam
pengembangan karir meliputi keadilan karir, pengawasan atau kepedulian atasan, informasi
dan peluang promosi, minat pekerjaan, serta tingkat kepuasan karir.

  1. Keadilan Karir
    Perlakuan yang adil itu hanya bisa terwujud apabila kriteria promosi didasarkan pada
    pertimbangan-pertimbangan yang objektif, rasional dan diketahui secara luas di
    kalangan karyawan.
  2. Pengawasan atau Kepedulian Atasan
    Para karyawan pada umumnya mendambakan keterlibatan atasan langsung mereka
    dalam perencanaan karir masing-masing. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah
    memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan tugas masing-masing
    sehingga para karyawan tersebut mengetahui potensi yang perlu diatasi. Pada gilirannya
    umpan balik itu merupakan bahan penting bagi para karyawan mengenai langkah awal
    apa yang perlu diambilnya agar kemungkinannya untuk dipromosikan menjadi lebih
    besar.
  3. Informasi dan Peluang Promosi
    Para karyawan pada umumnya mengharapkan bahwa mereka memiliki akses kepada
    informasi tentang berbagai peluang untuk dipromosikan. Akses ini sangat penting
    terutama apabila lowongan yang tersedia diisi melalui proses seleksi internal yang
    sifatnya kompetitif . Jika akses demikian tidak ada atau sangat terbatas para karyawan
    akan mudah beranggapan bahwa prinsip keadilan dan kesamaan serta kesempatan untuk
    dipertimbangkan maupun dipromosikan.
  4. Minat Pekerjaan
    Pendekatan yang tepat digunakan dalam hal menumbuhkan minat para pekerja untuk
    pengembangan karir ialah pendekatan yang fleksibel dan proaktif. Artinya, minat untuk
    mengembangkan karir sangat individualistik sifatnya. Seorang karyawan
    memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, jenis dan sifat pekerjaan
    sekarang. Pendidikan dan pelatihan yang ditempuh, jumlah tanggungan dan berbagai
    variabel lainnya. Berbagai faktor tersebut dapat berakibat pada besarnya minat sesorang
    mengembangkan karirnya.
  5. Tingkat Kepuasan Karir
    Meskipun secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang ingin meraih kemajuan,
    termasuk dalam meniti karir, ukuran keberhasilan yang digunakan memang berbedabeda. Perbedaan tersebut merupakan akibat tingkat kepuasaan dalam konteks terakhir
    tidak selalu berarti keberhasilan mencapai posisi atau jabatan yang tinggi dalam
    organisasi, melainkan pula berarti bersedia menerima kenyataan bahwa, karena berbagai
    faktor pembatasan yang dihadapi oleh seseorang, pekerja ”puas” apabila ia dapat
    mencapai tingkat tertentu dalam karir nya meskipun tidak banyak anak tangga karir
    yang berhasil dinaikinya. Tegasnya, seseorang bisa puas karena mengetahui bahwa apa
    yang dicapainya itu sudah merupakan hasil yang maksimal dan berusaha mencapai anak
    tangga yang lebih tinggi akan merupakan usaha yang sia-sia karena mustahil untuk
    dicapai.
    Menurut Davis dan Werther (1996, dalam Sulastrie, 2012) bahwa ada lima aspek
    dari pengembangan karir yaitu:
  6. Perlakuan yang adil dalam berkarir
    Perlakuan yang adil hanya bisa terwujud jika kriteria promosi didasarkan pada
    pertimbangan-pertimbangan yang objektif, rasional dan diketahui secara langsung di
    kalangan karyawan.
  7. Kepedulian atasan langsung
    Para karyawan pada umumnya mendambakan keterlibatan atasan langsung mereka
    dalam perencanaan karir masing-masing. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah
    memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan tugas masing-masing,
    sehingga para karyawan tersebut mengetahui potensi yang perlu dikembangkan dan
    kelemahan yang perlu diatasi.
  8. Informasi tentang berbagai peluang promosi
    Para karyawan pada umumnya mengharapkan bahwa mereka memiliki akses informasi
    tentang berbagai peluang untuk dipromosikan. Alasan ini penting terutama bila
    lowongan yang tersedia diisi melalui seleksi internal yang sifatnya kompetitif.
  9. Minat untuk dipromosikan
    Pendekatan yang tepat digunakan dalam menumbuhkan minat karyawan untuk
    pengembangan karir adalah pendekatan fleksibel dan proaktif. Artinya minat untuk
    mengembangkan karir sifatnya sangat individualistik. Seorang karyawan
    memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, sifat dan jenis pekerjaan
    seseorang, pendidikan, dan pelatihan yang pernah ditempuh. Berbagai faktor tersebut
    dapat berakibat terhadap besarnya minat seseorang mengembangkan karirnya dan dapat
    juga membatasi keinginan mencapai jenjang karir yang lebih tinggi.
  10. Kepuasan karir
    Setiap orang ingin meraih kemajuan termasuk kemajuan dalam meniti karir. Ukuran
    keberhasilan yang digunakan memang berbeda-beda. Perbedaan tersebut merupakan
    akibat tingkat kepuasan seseorang yang berlainan. Kepuasan dalam konteks karir tidak
    selalu berarti keberhasilan dari berbagai faktor pembatas yang dihadapi seseorang,
    karyawan puas apabila mencapai tingkat tertentu dalam karirnya atau seseorang bisa
    puas karena mengetahui bahwa apa yang dicapainya itu sudah merupakan hasil yang
    maksimal.