Robbins (2008) mengemukakan persepsi adalah proses yang
digunakan individu mengelola dan menafsirkan kesan indera mereka dalam
rangka memberikan makna kepada lingkungan mereka. Senada dengan hal itu
menurut Luthans (2006) persepsi itu adalah lebih komplek dan luas sangat
tergantung dengan penginderaan. Proses persepsi meliputi suatu interaksi yang
sulit dari kegiatan seleksi, penyusunan dan penafsiran.
Sementara Walgito (2002) mengatakan bahwa persepsi didahului oleh
proses penginderaan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui
alat indera. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus
tersebut diteruskan ke pusat susunan syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses
psikologis sehingga individu menyadari apa yang dilihat, apa yang didengar
dan sebagainya. Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa persepsi
merupakan pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang
diinderanya sehingga menjadi sesuatu yang berarti, dan merupakan respon
pada diri individu.
Sementara Leavit (2006) menjelaskan persepsi (perception) dalam arti
sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu.
Sebaliknya dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian mengenai
bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.
Definisi selanjutnya dari Sarwono (2010) mendefinisikan persepsi
dalam pengertian psikologi adalah proses pencarian informasi untuk dipahami.
Alat untuk memperoleh informasi tersebut adalah penginderaan (penglihatan,
pendengaran, peraba dan sebagainya). Sebaliknya alat untuk memahaminya
adalah kesadaran atau kognisi. Senada dengan hal itu King (2010)
mendefinisikan persepsi adalah proses otak dalam mengatur dan
menginterpretasikan informasi sensori dan memberikan makna.
Pada hakikatnya persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh
setiap orang didalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat
penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Kunci
untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu
merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu
pencatatan yang benar terhadap situasi (Thoha, 2005)
