Ada beberapa dampak yang timbul dengan adanya
ketidakpuasan kerja yang dialami oleh karyawan baik positif
maupun negatif. Hal tersebut seperti yang dijelaskan para
ahli dibawah ini.
Bila ketidakpuasan terjadi maka organisasi akan
terancam tidak stabil, adanya pemogokan kerja,
mangkir, banyak karyawan yang keluar dari
pekerjaan. Sebaliknya, adanya kepuasan kerja yang
tinggi pertanda organisasi dikelola dengan baik yang
pada dasarnya merupakan hasil pengelolaan
manejemn perilaku yang baik dan efektif (Davis &
Newstrom, dalam Dharma 1996).
Pendapat yang dikemukakan oleh Robbins (2007 :
112), dampak ketidakpuasan kerja dapat ditunjukkan dengan
respon-respon seperti berikut :
- Keluar (exit), yaitu perilaku yang ditunjukkan untuk
meninggalkan organisasi, termasuk mencari posisi
baru dan mengundurkan diri. - Aspirasi (voice), yaitu secara aktif dan konstruktif
berusaha mendiskusikan masalah dengan atasan, dan
beberapa bentuk aktivitas serikat kerja. - Kesetiaan (loyalty), secara pasif tetapi optimis
menunggu membaiknya kondisi, termasuk membela
organisasi ketika berhadapan dengan kecaman
eksternal dan mempercayai organisasi dan
manajemennya untuk “melakukan hal yang benar”.
