Menurut Robbins ahli manajemen, motivasi merupakan
serangkaian upaya untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang dengan
mengetahui terlebih dahulu tentang apa yang membuat seseorang
bergerak dan Seseorang bergerak dipengaruhi oleh dua sebab yaitu
kemampuan dan motivasi. Jika kemampuan dipengaruhi oleh
kebiasaan yang diperoleh dari pendidikan, pengalaman, pelatihan dan
gerak reflek secara biologis maupun psikologis yang menjadi kondrat
seseorang. Maka letak motivasi berada diantara reflek dan kebiasaan
seseorang tersebut.
Menurut Robbins & Judge motivasi merupakan proses yang
menjelaskan mengenai kekuatan, arah, dan ketekunan seseorang dalam
upaya untuk mencapai tujuan (16). Kekuatan berarti menggambarkan
seberapa keras dalam berusaha. Kemudian arah menggambarkan
organisasi sejalan dengan tujuan. Selanjutnya ketekunan menggambarkan
berapa lama dalam mempertahankan upayanya. Motivasi kerja
merupakan suatu dorongan atau semangat kerja yang mengarah pada
tujuan organisasi. Menurut David C. McCelland, karyawan akan
mampu mencapai kinerja maksimal jika memiliki motif berprestasi
tinggi, sehingga ada hubungan yang positif antara motif berprestasi
dengan pencapaian kinerja. Hal ini karena motif berprestasi yang
tumbuh dari dalam diri sendiri akan membentuk kekuatan diri dan
lingkungan kerja yang menunjang untuk pencapaian kinerja. Motif
berprestasi merupakan suatu dorongan dari diri karyawan untuk
melakukan suatu kegiatan atau tugas sebaik-baiknya untuk mencapai
kinerja dengan predikat pujian.
Berdasarkan pengertian diatas maka motivasi merupakan suatu
dorongan untuk melakukan pekerjaan atau tugas baik melalui dorongan
dalam diri individu (tanggung jawab,posisi, dan jabatan) maupun dari
luar individu (rekan kerja, gaji, lingkungan, dan pimpinan). teori menurut
para ahli yaitu:
a) Teori Motivasi Proses
Menurut Hasibuan menjelaskan teori motivasi proses
merupakan teori yang digunakan untuk menjawab pertanyaan
bagaimana cara menguatkan, mengarahkan, memelihara, dan
menghentikan perilaku sesuai keinginan perusahaan. Digambarkan
bahwa teori ini merupakan proses sebab-akibat seseorang dalam
bekerja dan hasil yang diperoleh. Teori ini terdiri dari teori harapan
(Expentancy Theory) dan teori keadilan (Equity Theory) (30).
b) Teori Penguatan Pengukuhan (Reinforment Theory)
Menurut Luthans menjelaskan bahwa teori ini didasarkan atas
hubungan sebab dan akibat dari perilaku (31). Dapat dikatakan bahwa
teori ini sama seperti teori proses, karena didasarkan atas hubungan
sebab dan akibat. Perilaku individu dapat dikendalikan atau diubah
melalui konsekuensi yang mengikuti perilaku tersebut. Perilaku yang
mendapatkan penguatan atau konsekuensi positif cenderung akan
diulang, sedangkan perilaku yang diikuti oleh konsekuensi negatif
cenderung akan ditinggalkan atau dihindari.
c) Teori Isi
Teori yang menekankan pada teori kebutuhan manusia dalam
mencapai tujuan organisasi. Teori ini menjelaskan berbagai kebutuhan
manusia mempengaruhi kegiatan dalam organisasi, dalam teori isi
terbagi menjadi tiga sebagai berikut:
- Teori Hierarki Kebutuhan
Diungkapkan oleh Abraham Maslow menjelaskan bahwa
motivasi dibagai menjadi 5 tahapan yaitu kebutuhan fisiologis,
kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan ego atau
penghargaan, dan aktualisasi diri (16). Fisiologis yang meliputi rasa
lapar, haus, berlindung, dan kebutuhan fisik lainnya. Rasa aman
yang meliputi rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan
emosional. Kebutuhan sosial yang meliputi rasa kasih sayang,
kepemilikan, penerimaan dan persyahabatan. Kebutuhan
penghargaan meliputi penghargaan internal dan eksternal seperti
hormat diri, otonomi, pencapaian status dan pengakuan. Sedangkan
aktualisasi diri meliputi dorongan pertumbuhan dan pencapaian
potensi. Kebutuhan ini hanya timbul akan kebutuhan diatasnya
mana kala kebutuhan dibawahnya telah terpuasakan, begitu terus
dilakukan sampai pada jenjang tertinggi yaitu aktualisasi diri. - Teori ERG
Diungkapkan oleh Clayton Alderfer terdapat tiga kelompok
yaitu Existense needs, Relatedness needs, dan Growth needs .
Teori ini merevisi dari teori Maslow, menyiratkan bahwa jenjang
kebutuhan Maslow diringkas menjadi existence yang mencangkup
kebutuhan fisik dan keamanan Maslow, relatedness yang menunjuk
kebutuhan untuk memelihara hubungan antar pribadi dan
lingkungan sosial dari Maslow, dan growth yang mencirikan
kebutuhan manusia untuk berkembang yang relatif sama dengan
kebutuhan berprestasi, penghargaan, dan aktualisasi diri.
Selain perbedaan pada jumlah katagori, Teori ERG Alderfer
dan teori hierarki kebutuhan Malow juga berbeda dalam hal
bagaimana orang bergerak dalam rangkaian kebutuhan yang
berbeda. Motivasi kebutuhan menurut Maslow, seseorang dapat
naik dalam hierarki kebutuhan ketika kebutuhan pada tingkat
rendahnya sudah terpenuhi. Sebaliknya teori ERG menurut Clayton
Aldefer yaitu tidak berasumsi bahwa terdapat sebuah hierarki yang
kaku dimana seseorang harus memenuhi kebutuhan tingkat rendah
terlebih dahulu sebelum naik ke tingkat selanjutnya.
Motivasi ERG berarti bahwa jika kebutuhan eksistensi tidak
terpenuhi maka pengaruhnya sangat kuat, namun katagori
kebutuhan lainnya dapat mungkin mengarah pada perilaku
mencapai tujuan. Meskipun kebutuhan terpenuhi, kebutuhan
tersebut juga dapat berlangsung terus sebagai pengaruh kuat dalam
sebuah keputusan. Calyton Alderfer juga merasa bahwa ada nilai
dalam mengkatagorikan kebutuhan dalam perbedaan mendasar
antara kebutuhan dengan urutan rendah dan kebutuhan urutan lebih
tinggi. - Teori Dua Faktor
Diungkapkan oleh Frederick Herzberg yang menjelaskan
bahwa terdapat teori motivasi dan hygiene. Teori motivator
berkaitan dengan kesempatan untuk kemajuan, pengakuan,
tanggung jawab, pekerjaan itu sendiri, dan kemungkinan untuk
tumbuh. Sedangkan hygiene adalah faktor yang mempengaruhi
kepuasan kerja yang terdiri dari kondisi kerja, gaji, hubungan
interpersonal, dan prosedur perusahaan
