Untuk mencapai kinerja yang optimal, diperlukan evaluasi
kinerja. Evaluasi dilakukan guna mengetahui seberapa jauh kinerja
pegawai tersebut sudah dilaksanakan. Menurut Hamali (2016) evaluasi
kinerja terdapat delapan evaluasi kinerja yaitu:
- Penilai
Penilai adalah pegawai yang mempunyai hak dan kewajiban
untuk menilai kinerja ternilai. Hak dan kewajiban penilai untuk menilai
kinerja pegawai ternilai umumnya ditentukan oleh peraturan
perusahaan, deskripsi kerja, dan undang-undang ketenagakerjaan. - Mengumpulkan informasi
Evaluasi kinerja merupakan proses mengumpulkan informasi
mengenai kinerja ternilai. Evaluasi kinerja merupakan bagian ilmu
penelitian, oleh karena itu proses pengumpulan informasi mengenai
kinerja ternilai harus dilakukan dengan menggunakan kaidah-kaidah
ilmu penelitian atau riset. - Kinerja
Keluaran kerja ternilai yang disyaratkan oleh organisasi
tempat kerja ternilai yang dapat terdiri dari hasil kerja, perilaku kerja,
dan sifat pribadi yang ada hubungannya dengan pekerjaan. - Ternilai
Adalah pegawai dinilai oleh penilai. Ternilai adalah seorang
pegawai, kelompok pegawai, atau tim kerja. - Dokumentasi
Dokumentasi kinerja adalah apa saja yang ditulis pada
manajer dan supervisor dalam meneliti bawahannya yang melukiskan,
mengevaluasi, dan mengomentari apa yang dilakukan bawahannya dan
bagaimana melakukannya dalam melaksanakan tugas atau
pekerjaannya. - Membandingkan kinerja ternilai dengan standar atasannya
Standar kinerja adalah ukuran, tolak ukur untuk mengukur
baik buruknya kinerja pegawai ternilai. Evaluasi kinerja tidak mungkin
dilaksanakan tanpa standar kinerja pegawai. - Dilakukan secara periodik
Waktu pelaksanaan penilaian kinerja bergantung pada jenis
pekerjaan dan organisasinya. Penilaian kinerja pada pekerjaan
pemasaran, contohnya, dilaksanakan secara rutin dalam waktu pendek
(target penjualan, enam bulanan, dan tahunan) - Pengambilan keputusan manajemen SDM
Hasil evaluasi kinerja adalah informasi mengenai kinerja
pegawai. Informasi ini digunakan untuk mendukung pengambilan
keputusan tentang ternilai. Evaluasi kinerja hanya merupakan tujuan
antara dan bukan tujuan akhir. Nilai evaluasi kinerja yang baik
digunakan untuk memberikan promosi, sedangkan kinerja yang buruk
untuk memberikan demosi
