Pengertian Kinerja


Istilah kinerja berasal dari kata performance (pelaksanaan dari sebuah
tanggungjawab) yaitu suatu pekerjaan lebih ditekankan pada proses, dimana
selama pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan penyempurnaan sehingga
pencapaian hasil pekerjaan atau kinerja dapat dioptimalkan. Penilaian dari suatu
pekerjaan menentukan kedudukan rasio pekerjaan-pekerjaan dalam suatu
organisasi (Haynes dalam Sinambela, 2012:5).
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau
sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan
tanggungjawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi
yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral
dan etika. Rumusan di atas menjelaskan bahwa kinerja adalah tingkat
keberhasilan seseorang atau lembaga dalam melaksanakan pekerjaannya
(Prawirosentono, 1999:2).
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang atau keseluruhan
selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan
berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target dan sasaran atau kriteria
yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Terdapat dua
aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mencapai kinerja kelompok yaitu
hubungan antara keterpaduan dengan kinerja kelompok, dan perbedaan-perbedaan
antara pemecahan masalah dengan pengambilan keputusan secara individu dan
kelompok (Rivai dan Basri, 2005:14).
Kinerja pegawai didefinisikan sebagai kemampuan pegawai dalam
melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangat diperlukan, sebab
dengan kinerja ini akan diketahui seberapa jauh kemampuan pegawai dalam
melaksanakan tugas yang dibebankan. Kinerja pegawai harus dikelola, karena
tanpa penetapan beban tugas dan arahan yang jelas pegawai tidak akan maksimal
dalam melaksanakan pekerjaanya (Sinambela, 2012:5).
Kinerja pegawai dapat dilihat dalam 3 kriteria menurut Robbins (1996:75),
yaitu:
a. Hasil-hasil tugas individual. Menilai hasil tugas pegawai dapat dilakukan
pada suatu badan usaha yang sudah menetapkan standar kinerja sesuai
dngan jenis pekerjaan, yang dinilai berdasarkan standar kinerja sesuai
dengan jenis pekerjaan, yang dinilai berdasarkan periode waktu tertentu.
Bila pegawai dapat mencapai standar yang ditentukan berarti hasil tugasnya
baik.
b. Perilaku, perusahaan tentunya terdiri dari banak pegawai baik bawahan
maupun atasan dan dapat dikatakan sebagai suatu kelompok kerja yang
mempunyai perilaku masing-masing berbeda karena itu seorang pegawai
dituntut untuk memiliki perilaku yang baik dan benar sesuai dengan
pekrjaan masing-masing
c. Ciri atau sifat, ini merupakan bagian terlemah dari kriteria kinerja yang ada.
Ciri atau sifat pegawai pada umumnya berlangsung lama dan tetap
sepanjang waktu, tetapi adanya perubahan-perubahan dan campur tangan
dari pihak luar seperti diadakannya pelatihan akan mempengaruhi kinrja
dalam beberapa hal.