Dalam Budaya Organisasi, Cameron & Quinn (2006), memperkenalkan
suatu instrumen yang banyak digunakan perusahaan untuk mengidentifikasi
budaya organisasi secara keseluruhan yaitu Organizational Culture
Assesment Instrument (OCAI) atau Penilaian Budaya Organisasi. OCAI
dapat mengidentifikasi baik budaya organisasi saat ini maupun masa yang
akan datang, sesuai yang di inginkan. Kerangka kerja ini berfungsi sebagai
cara untuk mendiagnosis dan memulai perubahan dalam budaya organisasi
yang dikembangkan organisasi saat mereka maju melalui perubahan hidup
dan mengatasi tekanan eksternal. OCAI terdiri dari enam dimensi budaya
organisasi berdasarkan pada Competing Values Framework (CVF) atau
Kerangka Nilai Bersaing yaitu: 1. Karakteristik dominan; 2. Pemimpin
organisasi; 3. Pengelolaan karyawan; 4. Perekat organisasi; 5. Penekanan
strategis; 6. Kriteria sukses. CVF ini memiliki dua dimensi yang pertama
adalah dimensi membedakan keefektifan kriteria yang menekankan
fleksibilitas, kebijaksanaan, dan dinamisme dari kriteria yang menekankan
stabilitas, ketertiban, dan kontrol. Dimensi yang kedua adalah dimensi yang
membedakan kriteria efektivitas menekankan orientasi internal, integrasi,
dan kesatuan dari kriteria yang menekankan orientasi eksternal, diferensiasi,
dan persaingan. Kemudian dari dua dimensi tersebut membentuk empat
kuadran, masing-masing mewakili seperangkat indikator efektivitas
organisasi yang berbeda (Cameron dan Quinn, 2006). Berikut gambar
hubungan kedua dimensi ini satu sama lain.
