Indikator Budaya Organisasi


Ada 4 indikator mengenai Budaya Organisasi menurut Cameron, (2006):
a. Budaya clan ( kolaborasi) adalah budaya kerja yang mengutamakan
kepentingan kelompok dan rasa kekeluargaan di dalam perusahaan terkait
partisipasi aktif, dan kerja sama tim yang kuat seperti kekeluargaan,
mentor, kerja tim, kesetiaan/saling percaya, partisipasi, dan komitmen
kerja.
b. Budaya adhocracy (menciptakan) adalah budaya organisasi yang
mengutamakan fleksibilitas, memungkinkan organisasi beradaptasi
dengan cepat terhadap perubahan lingkungan seperti
dinamis/kewirausahaan, inovatif, memberi kebebasan, komitmen inovasi,
penemuan hal baru, dan produk baru.
c. Budaya market (bersaing) merupakan keseluruhan norma dan nilai yang
melingkupi kegiatan pemangku pasar tradisional dalam kegiatan pasar.
budaya ini memfokuskan kepada konsumen seperti orientasi hasil, agresif,
kompetitif, mencapai target, dan memimpin pasar.
d. Budaya hierarki (kontrol) yaitu budaya kerja perusahaan yang berfokus
pada perkembangan dan kestabilan peraturan, struktur dan proses. Orang
yang memiliki jabatan yang tinggi, umumnya memiliki wewenang lebih
untuk berkontribusi pada perusahaan termasuk dalam pengambilan
keputusan seperti terstruktur, koordinasi, stabilitas, formal, dan efesiensi.