Menurut Mangkunegara (2016:130) ada tiga pendekatan disiplin yaitu
pendekatan disiplin modern, disiplin dengan tradisi, dan disiplin bertujuan :
a. Pendekatan disiplin modern
Pendekatan ini mempertemukan sejumlah keperluan atau kebutuhan
baru diluar hukuman. Pendekatan disiplin modern berasumsi bahwa :
a) Disiplin modern merupakan suatu cara menghindari bentuk hukuman
secarafisik.
b) Melindungi tuduhan yang benar untuk diteruskan pada proses kukum
yangberlaku.
c) Keputusan-keputusan yang semuanya terhadap kesalahan atau
prasangka yang harus diperbaiki dengan mengadakan proses
penyuluhan dengan mendapatkanfakta-faktanya.
d) Melakukan protes terhadap keputusan yang berat sebelah pihak
terhadap kasus disiplin.
b. Pendekatan disiplin dengan tradisi
Pendekatan disiplin dengan tradisi yaitu pendekatan disiplin dengan cara
memberikan hukuman. Pendekatan ini berasumsi bahwa :
a) Disiplin dilakukan oleh atasan kepada bawahan dan tidak pernah ada
peninjauan kembali bila telahdiputuskan.
b) Disiplin adalah hukuman untuk pelanggaran, pelasanaannya harus
disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya.
c) Pengaruh hukuman untuk memberikan pelajaran kepada pelanggar
maupun kepada pegawai lainnya.
d) Peningkatan perbuatan pelanggaran diperlukan hukuman yang lebih
keras.
e) Pemberian hukuman terhadap pegawai yang melanggar kedua
kalinya harus diberi hukuman yang lebih berat.
c. Pendekatan disiplin dengan tujuan
Pendekatan disiplin bertujuan berasusmsi bahwa :
a) Disiplin kerja harus diterima dan dipahami oleh semuapegawai.
b) Disiplin bukanlah suatu hukuman, tetapi merupakan pembentukan
perilaku.
c) Disiplin ditujukan untuk perubahan perilaku yang lebih baik.
d) Disiplin pegawai bertujuan agar pegawai bertanggung jawab terhadap
perbuatannya
