Indikator Kinerja


Indikator kinerja merupakan bentuk kuantitaf dan kualitatif yang
menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang sudah
ditetapkan dalam kinerja (BPKP,2000 dalam Mahsun, 2018). Sementara menurut
Lohman (2003) dalam Mahsun (2018), indikator kinerja (performance indicators)
adalah suatu faktor yang digunakan akan mengekpresikan secara kuantitatif dan
kemampuan proses atau aktivitas dengan berpatokan pada target-target dan tujuan
organisasi. Jadi tentu maka indikator kinerja yakni mempunyai kriteria yang
digunakan guna membandingkan keberhasilan dalam pencapaian suuat tujuan
organisasi yang telah diwujudkan dalam bentuk-bentuk tersendiri.
Menurut LAN-RI indikator kinerja sebagai indikator kuantitatif dan kualitatif
yang menggambarkan sejauh mana tujuan atau target yang telah ditentukan telah
dicapai dalam hal input, output, hasil, manfaat dan dampak. Metrik pada input
adalah semua yang Anda butuhkan untuk melakukan tindakan untuk melakukan
output. Indikatornya bisa berupa pendanaan, sumber daya manusia, informasi,
kebijakan, atau peraturan perundang-undangan. dapat dibentuk. Output adalah
sesuatu yang dicapai melalui aktivitas fisik atau non fisik. Indikator hasil adalah
indikator yang mencerminkan kinerja keluaran jangka menengah (dampak
langsung) dari suatu kegiatan. Indikator manfaat berkaitan dengan tujuan akhir
dari pelaksanaan kegiatan. Indikator dampak adalah dampak positif dan negatif
dari berbagai tingkat indikator berdasarkan asumsi yang telah ditentukan (Pasalog,
2010:202).
Menurut Robbins (2016:260) indikator kinerja adalah alat untuk mengukur
sajauh mana pencapain kinerja pegawai. Berikut beberapa indikator untuk
mengukur kinerja pegawai adalah:

  1. Kualitas Kerja
  2. Kuantitas
  3. Ketepatan Waktu
  4. Efektifitas
  5. Kemandirian