Faktor Yang Memperngaruhi Kinerja


Kualitas dan kuantitas pegawai harus sesuai dengan kebutuhan pemerintahan
yang bersangkutan agar lebih efisien dan efektif dalam mendukung pencapaian
tujuan. Kedudukan tenaga kerja juga harus sepadan dengan tingkat pendidikan
dan keterampilan. Semangat kerja dan disiplin akan semakin baik dan efektif
mendukung pencapaian tujuan pemerintahan. Menurut A. Dale Timple (dalam
Mangkunegara, 2005:15), faktor-faktor kinerja terdiri dari factor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal (disposisional) yaitu faktor yang dihubungkan
dengan sifat-sifat seseorang.
Misalnya, seseorang berkinerja baik karena sangat terampil dan seseorang
adalah pekerja keras, sedangkan seseorang berkinerja buruk karena
keterampilannya rendah dan tidak berusaha untuk meningkatkan keterampilannya.
Faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi berfungsinya seseorang dari
lingkungan. Seperti perilaku, sikap dan tindakan pegawai, bawahan atau manajer,
riwayat kerja dan lingkungan pemerintahan. Menurut Anwar Prabu
Mangkunegara menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja antara
lain:

  1. Faktor kemampuan secara psikologis dan kemampuan pegawai terdiri dari
    kemampuan potensi (IO) dan kemampuan realita (pendidikan), oleh
    karena itu pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan
    keahlianya.
  2. Faktor motivasi tersebut dari sikap seorang pegawai dalam menghadapi
    situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri
    pegawai terarah untuk mencapai tujuan kerja. Sikap mental merupakan
    kondisi mental yang mendorong seseorang untuk berusaha untuk mencapai
    potensi kerja secara maksimal.