Indikator Budaya Organisasi


Menurut Robbins, (2006) ada beberapa indikator yang berkaitan
dengan nilai serta perilaku Budaya Organisasi, antara lain sebagai
berikut:
1) Outcome Orientation (Orientasi Hasil)
Merupakan hasil penilaian dari sejauh mana pihak manajemen yang
berfokus utama kepada hasil yang bukan dari segi teknis maupun
proses yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut.
2) People Orientation (Orientasi Individu)
Merupakan keputusan yang diajukan oleh pihak manajemen untuk
dapat memperhitungkan adanya efek dari hasil kepada para anggota
yang terlibat didalam organisasi tersebut.
3) Flexibility Organizational (Keterbukaan Organisasi terhadap
Perubahan)
Merupakan suatu perubahan yang merujuk pada sejauh mana suatu
organisasi mampu dan bersedia untuk bisa beradaptasi, menerima,
serta mengelola perubahan yang ada di lingkungan organisasi.
Keterbukaan ini juga mencakup kepada sikap, proses, serta budaya
organisasi yang dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu.
Suatu organisasi yang dapat terbuka terhadap perubahan, cenderung
dapat lebih adaptif, inovatif, serta mampu dalam menghadapi
tantangan internal maupun eksternal organisasi dengan lebih
efektif. Sedangkan menurut Robbins dan Judge, (2009) menjelaskan bahwa
terdapat 7 indikator dalam Budaya Organisasi, yaitu sebagai berikut:
1) Innovation and Risk Tasking (Inovasi dan Pengambilan Risiko)
Merupakan suatu tingkatan dimana para pegawai terdorong untuk
berinovasi serta berani dalam mengambil suatu risiko yang terjadi
kedepannya.
2) Attention to Detail (Perhatian yang rinci)
Merupakan suatu tingkatan dimana para pegawai diharapkan dalam
melakukan pekerjaannya dilakukan dengan memperhatikan
kecermatan (precision) serta dapat menganalisis dengan cermat.
3) Outcome Orientation (Orientasi Hasil)
Merupakan tingkatan dimana pihak manajemen terpusat kepada
hasil yang diberikan bukan kepada teknik serta proses yang
digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4) People Orientation (Orientasi Individu)
Merupakan suatu keputusan dari pihak perusahaan untuk bisa
memperhitungkan adanya efek dari hasil-hasil yang dibuat oleh
seluruh anggota yang ada didalam organisasi.
5) Team Orientantion (Orientasi Tim)
Merupakan suatu kegiatan kerja yang didalamnya diorganisir oleh
tim-tim yang ada pada organisasi.
6) Aggressiveness (Keagresifan)
Merupakan suatu tingkatan dimana para anggota yang ada didalam
organisasi memiliki sifat agresif serta kompetitif terhadap
pekerjaannya.
7) Stability (Stabilitas)
Merupakan suatu kegiatan organisasi yang dalam penerapannya
lebih menekankan kepada pertahanan status organisasi dibanding
pertumbuhan organisasi.