Standar Kinerja Pegawai


Pengukuran kinerja memberikan pada manajemen informasi yang
dibutuhkan bagi pengambilan keputusan yang cerdas. Pengukuran kerja atau
stadar kinerja merupakan gabungan dari angka dan satuan. Angka memberikan
gambaran seberapa besar dan satuan memberikan makna dari angka tersebut.
Standar kinerja ini selalu dan harus diartikan dengna tujuan atau sararan
tertentu. Standar kinerja dapat merupakan ukuran satu dimensi maupun lebih,
(Sulisworo, 2009)
Standar kinerja digunakan sebagai perbandingan antara tujuan dengan
kinerja pegawai, (Silaen, 2021)menyatakan bahwa:
“Ada tiga macam kriteria yang sering digunakan dalam proses
penilaian kinerja karyawan meliputi Hasil Kerja Individu, jika hasil
kerja adalah aspek kerja yang diutamakan pada jabatan tersebut, maka
hasil kerja individu dapat dijadikan kriteria penilaian. Selanjutnya
perilaku, banyak jabatan sulit menentukan keluaran tertentu yang
dapat dijadikan sebagai kriteria penilaian, oleh karena itu perilaku
dapat dijadikan sebagai faktor penentu ektivitas kinerja karyawan. Dan
terakhir traits merupakan karakteristik individu yang sering tampil dan
menggambarkan tingkah laku individu”.
Standar kinerja dipakai apabila tidak mungkin menetapkan target
berdasarkan waktu. Pekerja juga harus tau seperti apa wujud kinerja yang baik
itu. Standar kinerja terfokus pada seberapa baik tugas akan dilaksanakan.
Minimal sebuah standar kinerja harus berisi dua jenis informasi dasar tentang
apa yang harus dilakukan dan seberapa baik harus melakukannya.
Menurut (Effendi, 2008)menyatakan, “Standar dapat dikaitkan dengan
tolak ukur. Dalam kinerja juga terhadap standar kinerja tersebut atau
pengukuran kerja, dimaknai untuk menentukan apakah mereka telah
menghasilkan produk yang berkualitas. Pengukuran kinerja yang dimaksud
untuk mengukur kinerja orgnasasi termasuk pengukuran atas produktivitas,
efektivitas, kualitas dan ketepatan waktu”.