Proses Penilaian Kinerja


Proses penilaian sumber daya manusia sangat bervariasi.
Proses penilaian terhadap manajer berbeda dengan penilaian
terhdap pekerja teknis dan administrasi. Tenaga professional
menghadapi tantangan yang berbeda dengan pekerja setengah
terampil. Oleh karena itu, setiap organisasi perlu
mempertimbangkan relevansi proses penilaian kinerja. Menurut
Allen (dalam Wibowo 2014:192) proses penilaian kinerja yang
berhasil terletak pada beberapa dasar utama, yaitu: timing, clarity,
dan consistency


a) Timing. Penilaian kinerja harus diatur oleh kalender, bukan
jam. Manajer harus melakukan paling tiak dua kali
pertemuan formal dengan pekerja setiap tahu. Sekali di
awal pada waktu melakukan perencanaan dan di akhir
pekerjaan sekali lagi untuk nilai hasil. Di antara kedua
periode tersebut, manajer harus meng-coach pekerjanya
setiap hari.
b) Clarity. Kita tidak dapat menilai seberapa baik pekerja
melakukan pekerjaan sampai jelas tentang apa sebenernya
pekerjaan itu. Setiap pekerjaan mempunyai lima sampai
enam tanggung jawab kunci. Apabila belum jelas di awal
tahun, maka perlu duduk bersama untuk merumuskan
sebelum memulai menilai seberapa baik pekerja
menjalankan tugasnya.
c) Consistency. Proses penilaian yang efektif meningkat
langsung dengan mission statement dan nilai-nilai
organisasi. Apa yang tercantum dalam penilaian kinerja
harus sam adengan apa yang terdapat dalam mission
statement.