Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab
seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Secara
etimologi disiplin berasal dari bahasa latin “disipel” yang berarti pengikut.
Seiring berkembangnya zaman, kata tersebut mengalami perubahan
menjadi “disipline” yang artinya kapatuhan atau yang menyangkut tata
tertib. Selama ini kata disiplin telah berkembang mengikuti kemajuan ihnu
pengetahuan, sehingga banyak pengertian disiplin yang berbeda antara ahli
yang satu dengan lainnya.
Hasibuan ( 2002:172) menyatakan bahwa kedisiplinan adalah fungsi
operatif keenam dari managemen sumber daya manusia. Kedisiplinan
merupakan fungsi manajemen sumber daya manusia yang terpenting,
karena semakin baik disiplin karyawan, semakin tinggi pula pretasi yang
dapat dicapainya. Tanpa disiplin yang baik, sulit bagi organisasi mencapai
hasil yang optimal.
Menurut Fathoni (2006: 172) kedisiplinan dapat diartikan bilamana
karyawan datang dan pulang tepat waktunya, mengerjakan semua
pekerjaannya dengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan dan
norma-norma yang berlaku.
Dari pendapat diatas, disimpulkan bahwa disiplin merupakan sikap
kesetiaan dan ketaatan seseorang atau kelompok orang terhadap peraturanperaturan baik tertulis maupun tidak, yaitu tercermin dalam bentuk tingkah
laku dan perbuatan. Adapun macam-macam disiplin antara lain :
a. Disiplin Diri
Disiplin yang timbul dari dalam diri sendiri yang merupakan disiplin
yang timbul atas kerelaan, kesadaran, dan bukan atas dasar paksaan
atau ambisi tertentu.
b. Disiplin Berdasarkan Perintah
Disiplin ini timbul dan tumbuh disebabkan karena paksaan, perintah
hukuman dan kekuasaan. Jadi disiplin ini bukan atas perasaan yang
ikhlas akan tetapi timbul karena adanya paksaan atau ancaman orang
lain
