Metode pelatihan


Metode yang dapat digunakan dalam pelaksanaan program
pelatihan menurut Andrew E. Sikula (1981:243) dalam Anwar Prabu
Mangkunegara (2015:52), yaitu :
1) On The Job
Prosedur metode ini adalah informal, observasi sederhana dan
mudah serta praktis. Pegawai mempelajari jobnya dengan
mengamati perilaku pekerja lain yang sedang bekerja. Aspek –
aspek lain dari on the job training adalah lebih formal dalam
format. Misalnya pegawai senior memberikan contoh cara
mengerjakan pekerjaan dan training baru memperhatikannya.
2) Vestibule atau Balai
Suatu vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang
digunakan untuk tempat pelatihan bagi pegawai baru yang
menduduki suatu job. Metode vestibule merupakan metode
pelatihan yang sangat cocok untuk banyak perserta (pegawai baru)
yang dilatih dengan macam pekerjaan yang sama dan waktu yang
sama.
3) Metode Demonstrasi dan Contoh
Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaiamna
suatu pekerjaan atau bagaimana sesuatu itu dikerjakan. Metode
demonstrasi melibatkan penguraian dan memperagakan sesuatu
melalui contoh – contoh.
4) Simulasi
Simulasi adalah situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas
atau imitasi dari realitas. Simulasi ini merupakan pelengkap,
sebagai teknik duplikat yang mendekati kondisi nyata pada
pekerjaan.
5) Apprenticeship
Metode training apprenticeship adalah suatu cara mengembangkan
keterampilan (skill) perajin atau pertukangan. Metode ini
didasarkan pula pada on the jon training dengan memberikan
petunjuk – petunjuk cara mengerjakannya.
6) Metode Ruang Kelas
Metode ruang kelas merupakan metode training yang dilakukan di
dalam kelas, walaupun dapat pula dilakukan d area pekerjaan.
Aspek – aspek tertentu dari semua pekerjaan lebih mudah
dipelajari dalam ruangan kelas daripada on the job.