Perilaku konsumen digambarkan pada sebuah pemahaman yang
menunjukan seperti apa seorang individu, kelompok, hingga organisasi
dalam berprilaku atau bersikap dalam hal menentukan, memilih, lalu
memperoleh, menggunakan dan menggantikan barang, layanan,
pemikiran, atau pengalaman. Hal ini bertujuan untuk dapat memenuhi
perasaan akan kebutuhan dan keinginan masing-masing individu.
Perilaku konsumen menunjukan terjadinya suatu proses yang saling
berkelanjutan mulai dari saat konsumen berkeinginan untuk membeli,
hingga perilaku konsumen saat setelah terjadinya pembelian sehingga
terjadi hubungan yang erat antara satu tahap ke tahap lainnya. Sehingga
perilaku konsumen menampilkan bagaimana proses seorang konsumen
atau pelanggan dalam melakukan keputusan pembelian dengan
memanfaatkan sumber-sumber yang ada dan tahap berikutnya ditukar
dengan barang atau jasa agar dapat merasakan manfaatnya. Pada
dasarnya, dalam memutuskan untuk membeli suatu barang tentu
konsumen akan mempertimbangkan terlebih dahulu mulai dari unsur
kegunaan, kualitas produk, hingga pandangan masyarakat tentang
produk (Kotler & Keller, 2016).
Menurut Subianto (2016), perilaku konsumen dikatakan sebagai
serangkaian tindakan nyata yang dijalankan oleh seorang individu
dimana disebabkan darisejumlah elemen, baik yang berasal dari internal
maupun eksternal yang bertujuan agar dapat mengarahkan konsumen
dalam megevaluasi, memilih, mendapatkan, dan menggunakan produk
yang dituju. Memahami perilaku konsumen bukanlah hal yang dianggap
mudah bagi sebuah perusahaan, dikarenakan perusahaan perlu
memahami unsur-unsur yang dapat memengarui keputusan pembelian
konsumen terhadap produk. Tetapi, jika perusahaan dapat
mengidentifikasi perilaku konsumen dengan tepat maka hal baik yang
dapat diperoleh oleh perusahaan adalah keuntungan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan pesaing dikarenakan perusahaan mampu
menyesuaikan produk yang dijualnya berdasarkan hasil analisis perilaku
konsumen. Sehingga kesesuaian barang atau jasa terhadap kebutuhan
konsumen dapat memuaskan konsumen dengan baik (Nugraha et al.,
2021).
