Indikator Brand Image


Kotler & Keller (2012:10) dalam (Intan Frida Syahrazad, 2018)
berkata bahwa semua perusahaan berusaha menciptakan citra merek
yang baik dan kuat dengan menciptakan suatu merek seunik
mungkin yang dapat menguntungkan. Terdapat beberapa indikatorindikator yang membentu brand image, antara lain adalah :
1) Citra perusahaan
Citra perusahaan merupakan persepsi konsumen terhadap citra
suatu perusahaan itu sendiri. Perusahaan sebagai organisasi
berusaha membangun image nya dengan tujuan tak lain agar
nama perusahaan ini bagus, sehingga akan mempengaruhi segala
hal mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Dalam meningkatkan kemampuan perusahaan dan jaringan
perusahaan, maka perusahaan harus menjaga hal-hal sebagai
berikut:
a) Kepopuleran, suatu perusahaan yang dikenal dan disukai
orang banyak.
b) Keinovatifan, suatu perusahaan yang dapat bersaing dengan
pesaingnya adalah perusahaan yang tidak berhenti
melakukan inovasi dari waktu ke waktu.
c) Lokasi perusahaan, tempat dimana suatu perusahaan
beroperasi dan melangsungkan kegitan bisnisnya.
2) Citra Produk
Merupakan suatu persepsi konsumen terhadap suatu produk
yang dapat berdampak positif maupun negatif yang berkaitan
dengan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen. Image
dari produk dapat mendukung terciptanya sebuah citra merek
yang dapat dilihat dari beberapa hal yaitu :
a) Kualitas atau mutu, baik atau buruknya suatu produk atau
jasa yang dihasilkan suatu perusahaan dimata konsumen.
b) Harga, suatu nilai yang harus diukur oleh konsumen untuk
mendapatkan produk yang dihasilkan suatu perusahaan.
c) Jenis jasa dan manfaat, keragaman jasa yang dimiliki
perusahaan atau model-model jasa yang diberikan
memberikan kepuasan.
3) Citra Pemakai
Citra pemakai dapat dibentuk langsung dari pengalaman dan
kontak dengan pengguna merek tersebut. Manfaatnya adalah
nilai pribadi konsumen yang diletakkan terhadap atribut dari
produk atau layanan yaitu apa yang konsumen pikir akan mereka
dapatkan dari produk atau layanan tersebut. Citra pemakai dapat
ditujukan oleh:
a) Umur, kalangan seperti yang menjadi konsumen dalam suatu
perusahaan.
b) Kelas sosial, konsumen yang memiliki kelas sosial rendah,
menengah atau atas.
c) Pekerjaan, konsumen yang memiliki pekerjaan atau yang
biasanya melakukan pembelian pada suatu perusahaan.