Niat pembelian atau minat pembelian merupakan dorongan atau
keinginan pelanggan untuk membeli produk dalam waktu dekat, dengan upaya
untuk memperoleh produk yang diinginkan (Soefhwan & Kurniawati, 2022).
Minat terhadap sesuatu muncul melalui serangkaian proses mental pada
konsumen yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sensitif dan bergantung pada
kebutuhan individu (Juliana & Dharmayanti, 2016). Maka dari itu, terciptanya
niat beli adalah proses sulit yang melibatkan beberapa faktor dan merupakan
tahap awal sebelum pelanggan benar-benar menggunakan suatu produk.
Menurut Soefhwan & Kurniawati (2022), terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi munculnya suatu niat atau minat dalam suatu pembelian, yaitu
sebagai berikut :
1) Ketertarikan
Ketertarikan terhadap suatu produk atau layanan dapat memotivasi seseorang
untuk memiliki niat pembelian.
2) Keinginan
Keinginan untuk memiliki atau menggunakan produk juga memainkan peran
penting dalam pembentukan niat pembelian, dan dapat dipicu oleh kebutuhan
atau keinginan yang ingin dipenuhi oleh produk tersebut.
3) Keyakinan
Keyakinan terhadap produk, merek, atau penjual juga mempengaruhi niat
pembelian, di mana jika seseorang yakin bahwa produk atau layanan tersebut
akan memenuhi harapannya atau memberikan manfaat yang diinginkan,
kemungkinan untuk memiliki niat pembelian akan meningkat.
14
Sedangkan niat pembelian ulang merujuk pada kegiatan pelanggan membeli
produk atau layanan dari suatu perusahaan secara berulang. Terdapat
beberapa faktor penting yang dapat menyebabkan pelanggan memutuskan
untuk melakukan pembelian berulang (Farahan & Lestari, 2023) :
1) Reputasi merek yang kuat
Reputasi merek yang kuat menciptakan kepercayaan pelanggan dan
keyakinan akan kualitas produk atau layanan, mendorong mereka untuk
melakukan pembelian ulang
2) Kenyamanan
Kemudahan dalam proses pembelian, pengiriman, dan menggunakan produk
memberikan pengalaman yang menyenangkan, membangun kenyamanan
bagi pelanggan, dan mendorong mereka untuk kembali berbelanja
3) Kepuasan terhadap produk
Kepuasan terhadap produk yang memenuhi atau bahkan melampaui harapan
pelanggan menjadi motivasi utama untuk melakukan pembelian ulang.
Niat pembelian ulang menjadi hal yang penting bagi bisnsi karena jumlah
pelanggan yang kembali membeli akan menjamin penjualan produk, yang
pada gilirannya akan memastikan pendapatan yang cukup untuk menjaga
kelangsungan operasional bisnis (Leindarita & Andriansa, 2022). Pada
penelitian sebelumnya oleh Chairunnisa et al., (2022), variabel niat pembelian
ulang atau yang biasa disebut variabel dependen ini dipengaruhi oleh
beberapa variabel yaitu harga, promosi, kualitas produk, dan citra merek.
Bagi perusahaan, niat pembelian ulang memiliki dampak dalam pemasaran.
Pelanggan dengan niat pembelian ulang yang tinggi biasanya menjadi
pelanggan setia yang berperan penting dalam pendapatan perusahaan dan
membangun loyalitas pelanggan lebih hemat biaya daripada menarik
pelanggan baru, karena menarik pelanggan baru memerlukan biaya promosi
yang lebih besar (Wijarnoko et al., 2023).
