Citra merek adalah hasil dari persepsi pelanggan terhadap kualitas suatu
merek atau perusahaan yang mencerminkan evaluasi dari konsumen, baik yang
berpotensi sebagai pelanggan maupun yang merasa tidak puas (Adiantari &
Seminari, 2022), serta melibatkan pihak-pihak lain yang terkait dengan
perusahaan, seperti pemasok, agen, dan investor (Kamase & Arif, 2023). Citra
merek mencakup pemahaman dan kepercayaan terhadap karakteristik merek
(bagian berpikir), hasil dari penggunaan merek tersebut, serta kondisi
penggunaan yang sesuai, sejalan dengan penilaian, perasaan, dan emosi yang
terkait dengan merek tersebut (aspek perasaan) (Nicolas, 2021). Di saat
konsumen menerima informasi langsung melalui iklan atau melalui kelompok
referensi disitulah citra merek akan terbentuk.
Citra merek sangat penting dalam mempengaruhi niat pembelian ulang,
hal ini dikarenakan konsumen cenderung lebih percaya dan merasa nyaman
dengan merek yang sudah mereka kenal dan percayai. Ketika sebuah merek
memiliki citra positif, konsumen akan kembeli untuk membeli produk dari
merek tersebut karena sudah merasa yakin dengan konsistensi yang ditawarkan
(Sandy & Aquinia, 2022).
