Karakteristik Experiential Marketing


Menurut Schmitt (1999:25) menjelaskan empat karakteristik Experiential
Marketing:

  1. Focus on customer experience. Experience berfokus pada pengalaman
    konsumen melalui stimulus yang ditanamkan oleh pemasar melalui panca
    indera, hati dan pikiran konsumen yang pada akhirnya dapat membentuk
    sebuah pengalaman. Pengalaman tersebut memberikan nilai sensori,
    emosional, kognitif, perilaku, dan juga nilai relasional yang menggantikan
    nilai fungsional.
  2. Examining the consumption situation. Experience tidak berfokus pada
    kategori produk dan persaingan secara sempit namun berfokus juga pada
    produk dan situasi saat konsumen mengkonsumsi produk dan atau jasa
    tersebut. Selain itu experience juga berfokus pada bagaimana cara
    menciptakan produk berdasarkan situasi tersebut yang pada akhirnya akan
    menimbulkan consumption experience.
  3. Customer are rational and emotional ”animals”. Experiential marketing
    berasumsi bahwa konsumen memiliki sifat yang rasional dan emosional
    yang menggunakan instingnya dalam melakukan suatu tindakan. Selain itu,
    pelanggan ingin merasakan hiburan dan juga dipengaruhi secara emosional.
  4. Method and tools are electic. Metodologi yang digunakan pada experiential
    marketing berbeda dengan yang digunakan oleh traditional marketing
    dimana metodologi dan alat yang digunakan pada experiential marketing
    lebih beragam. Dalam experiential marketing, metode yang digunakannya
    bergantung pada setiap situasi ataupun objek yang diukur.