Indikator Pengalaman Pelanggan


Menurut Sahhar et al., (2023), mengatakan bahwa pengalaman
pelanggan dapat diukur dengan beberapa indikator yaitu:

  1. Valence (Valensi)
    a) Kognitif, mengacu pada evaluasi yang dilakukan pelanggan
    berdasarkan pemikiran atau pengetahuan mereka tentang produk.
    b) Perilaku, berkaitan dengan perilaku dari pengalaman pelanggan
    mencakup respons atau tindakan yang dilakukan oleh pelanggan
    sebagai hasil dari interaksi dengan merek, produk atau layanan. Ini
    mencakup pembelian, rekomendasi kepada orang lain, atau kesetiaan
    terhadap merek.
    c) Sensorik, melibatkan pengalaman indrawi atau persepsi sensorik yang
    dialami oleh pelanggan selama interaksi dengan merek, produk atau
    layanan. Ini bisa mencakup aspek seperti penampilan, visual, rasa,
    aroma dan sentuhan.
    d) Emosional, berkaitan dengan evaluasi yang dipengaruhi oleh perasaan
    atau emosi pelanggan terhadap interaksi dengan produk, layanan atau
    merek tertentu.
    e) Sosial, melibatkan pengalaman pelanggan berkaitan dengan interaksi
    pelanggan dengan orang lain dalam konteks penggunaan atau
    pembelian produk atau layanan. Ini bisa mencakup pengaruh dari
    kelompok sosial atau rekomendasi dari teman atau keluarga.
  2. Type (Jenis)
    a) Bersifat reflektif, melibatkan pemikiran atau refleksi yang mendalam
    oleh pelanggan. Konsumen mempertimbangkan pengalaman mereka
    dengan produk atau layanan tersebut secara lebih dalam.
    b) Bersifat tidak reflektif, melibatkan respons langsung atau reaksi tanpa
    melalui pemikiran yang mendalam atau refleksi.
  3. Visceral intensity (Intensitas mendalam)
    a) Intensitas mendalam, mengacu pada pengalaman yang memiliki
    intensitas emosional atau sensorik yang kuat. Pengalaman pelanggan
    yang mendalam dapat berkesan dan dapat meninggalkan kesan yang
    lama pada mereka.