- Menurut Philip Kotler dan Gray Amstrong keputusan
penggunaan layanan yaitu mengacu pada perilaku pembelian
konsumen akhir (perorangan dan rumah tangga) yang
membeli barang atau jasa untuk konsumsi pribadi. (Kotler &
Armstrong, 2008)
Proses keputusan penggunaan layanan atau keputusan
pembelian terdiri dari lima tahap, yaitu: (Kotler &
Armstrong, 2008)
a. Pengenalan kebutuhan (need recognition), yaitu pembeli
menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan
dapat dipicu oleh rangsangan internal ketika salah satu
kebutuhan normal seseorang timbul pada tingkat yang
cukup tinggi.
b. Pencarian informasi (information search), yaitu
ketertarikan konsumen untuk mencari lebih banyak
informasi mengenai kebutuhannya atau sesuatu yang
berhubungan dengan kebutuhan. Jika dorongan
konsumen itu kuat dan produk yang memuaskan ada
didekat konsumen itu, konsumen mungkin akan
membelinya kemudian.
c. Evaluasi alternatif (alternative evaluation) yaitu
bagaimana konsumen memproses informasi untuk
sampai pada pilihan merek. Adapun bagaimana cara
konsumen mengevaluasi alternatif bergantung pada
konsumen pribadi dan situasi pembelian tertentu. Dalam
beberapa khasus konsumen menggunakan kalkulasi yang
cermat dan pemikiran logis. Pada waktu yang lain,
konsumen yang sama hanya sedikit melakukan evaluasi
atau bahkan tidak mengevaluasi, sebagai gantinya
mereka membeli berdasarkan dorongan dan bergantung
pada intuisi.
d. Keputusan pembelian (purchase decision), adalah
membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor
bisa berada antara niat pembelian dan keputusan
pembelian.
e. Perilaku pascapembelian (postpurchase behavior) adalah
perasaan puas atau tidak puas setelah membeli produk
atau menggunakan jasa. Penentuan kepuasan atau
ketidak puasan konsumen terletak pada hubungan antara
ekspektasi konsumen dan kinerja anggapan produk. - Menurut Henry Assael keputusan penggunaan (decision
making) yaitu proses memahami dan mengevaluasi informasi
merek, mempertimbangkan bagaimana alternatif merek
memenuhi kebutuhan konsumen, dan memutuskan suatu
merek (Assael, 1984). Terdapat 4 tipe perilaku pembelian,
yaitu: (Assael, 1984)
a. Pengambilan keputusan yang kompleks dan loyalitas
merek (Complex decision making and brand loyality),
membutuhkan keterlibatan konsumen yang tinggi dan
perbedaan yang cukup antara merek untuk
mempertahankan keterlibatan ini. Konsumen
membentuk keyakinan tentang merek, mengevaluasinya
dan memilih. Model berfikir sebelum bertindak ini
sesuai dengan hierarki efek tradisional.
b. Pengurangan disonasi (dissonance reduction),
mengasumsikan tingkat keterlibatan yang tinggi tetapi
konsumen melihat sedikit perbedaan antara merek yang
dipertimbangkan. Karena tidak ada dasar yang kuat
untuk memutuskan suatu merek atau yang lain, disonasi
atau keraguan pasca pembelian kemungkinan besar akan
muncul.
c. Pencarian keragaman (variety seeking), mengasumsikan
tingkat keterlibatan yang rendah namun mengasumsikan
perbedaan antara merek. Karena tingkat keterlibatan
yang rendah, ada sedikit resiko untuk beralih ke merek
lain. Karena perbedaan antar merek, mungkin ada alasan
untuk peralihan tersebut.
d. Inersia (Inertia) mengasumsikan tingkat keterlibatan
yang rendah dan mengasumsikan sedikit perbedaan
antara merek. Konsumen telah menemukan merek yang
cukup memuaskan dan akan tetap menggunakannya.
Pergantian merek dapat disebabkan oleh penawaran
harga dan kupon. - Menurut Philip Kotler perusahaan yang cerdas mencoba
untuk memahami sepenuhnya proses keputusan pembelian
pelanggan, semua pengalaman mereka dalam belajar,
memilih, menggunakan, dan bahkan membuang produk.
Untuk memahami bagaimana konsumen benar-benar
membuat keputusan pembelian, pemasar harus
mengidentifikasi siapa yang membuat dan memiliki masukan
ke dalam keputusan pembelian yang diantaranya yaitu:
(Kotler & Keller, 2006)
a. Orang dapat menjadi pemrakarsa (people can be
initiators)
b. Pembeli pengaruh (Influencers)
c. Penentu (deciders)
d. Pembeli (buyers)
e. Pengguna (users) - Menurut Riyanto Setiawan Suharsono dan Rini Purnamasari,
keputusan merupakan pemilihan beberapa alternatif dalam
suatu pilihan. Maka, sesuatu dikatakan keputusan, jika
terdapat dua atau lebih alternatif sebagai pembanding yang
diambil salah satunya sebagai jalan keluar. Ada beberapa hal
yang dilakukan konsumen dalam memutuskan untuk
membeli suatu produk atau menggunakan jasa, antara lain:
(Suharsono & Sari, 2019)
a. Kegiatan rutin konsumen ketika melakukan pembelian
b. Kualitas yang didapatkan saat melakukan pembelian
c. Loyalitas konsumen yang sudah terbiasa melakukan
pembelian pada produk pesaing. - Menurut Basu Swastha Dharmesta, keputusan pembelian
atau keputusan penggunaan layanan adalah pemahaman
konsumen tentang keinginan dan kebutuhan akan suatu
produk dengan menilai dari sumber-sumber yang ada dengan
menetapkan tujuan pembelian serta mengidentifikasi
alternatif sehingga mengambil keputusan untuk membeli
disertai dengan perilakunya (Dharmesta, 2008). Menurut
Basu Swasta Dharmesta terdapat lima tahap konsumen dalam
pengambilan keputusan, yaitu: (Dharmesta, 2008)
a. Menganalisis kebutuhan, konsumen akan menganalisa
apa saja kebutuhan yang dia butuhkan saat ini yang harus
segera dipenuhi, dan kebutuhan apa saja yang belum
mendesak untuk dipenuhi.
b. Pencarian informasi dari sumber-sumber, proses
pencarian informasi dapat dilakukan secara aktif dan
pasif. Dikatakan aktif ketika konsumen pergi ke tooktoko untuk membandingkan produk baik itu barang
maupun jasa, membandingkan kualitas produk beserta
harganya. Sedangkan secara pasif adalah dengan hanya
melihat ataupun membaca iklan-iklan yang ditawarkan di
surat kabar, media online, ataupun pada media lain yang
mana konsumen tidak harus melihat secara langsung
barangnya, tetapi dengan melihat promosinya saja
mereka sudah mendapat informasi mengenai produk yang
dibutuhkan.
c. Seleksi terhadap alternatif pembelian, ada dua tahap
dalam melakukan seleksi terhadap alternatif pembelian,
yaitu menetapkan tujuan pembelian lalu kemudian baru
melakukan seleksi terhadap alternatif pembelian.
d. Keputusan untuk membeli, adalah sekumpulan dari
sejumlah keputusan yang kemudian diambil suatu
kesimpulannya.
e. Perilaku setelah membeli, setelah melakukan pembelian,
maka konusmen akan dihadapkan dalam suatu perasaan
puas atau tidak puas.
