Metode Pengukuran Kepuasan Konsumen


Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan setiap perusahaan untuk
mengukur dan memantau kepuasan konsumennya. Menurut Kotler dalam
Tjiptono (2004: 148-150), mengemukakan 4 (empat) metode untuk mengukur
kepuasan pelanggan yaitu:

  1. Sistem keluhan dan saran (Complaint and seggestion system)
    Perusahaan yang berorientasi pada konsumen (customer oriented)
    perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para konsumen
    yang ingin menyampaikan saran, pendapat, dan keluhan mereka.
    Informasi yang diperoleh dapat memberikan ide-ide baru dan masukan
    yang berharga kepada perusahaan guna memberikan respon secara
    cepat dan tanggap terhadap semua masalah atau keluhan yang timbul.
  2. Survei kepuasan konsumen (Customer satisfacation surveys)
    Perusahaan dalam mengetahui kepuasan konsumen dapat melakukan
    survei melalui pos, telepon, wawancara pribadi atau dengan cara
    menyediakan daftar pertanyaan yang menyatakan kepuasan dari
    pelayanan yang diberikan. Tujuan dari survei kepuasan konsumen ini
    guna membantu perusahaan memperoleh tanggapan dan umpan balik
    secara langsung dan dapat menaruh tanda positif bahwa perusahaan
    menaruh perhatian terhadap konsumennya.
  3. Pembeli bayangan (Ghost shopping)
    Metode ini dilaksanakan dengan cara perusahaan memperkerjakan
    beberapa orang (ghost shopper) untuk menjadi konsumen/pembeli ke
    perusahaan lain atau perusahaan sendiri. Tujuan menggunakan
    metode pembeli bayangan ini supaya perusahaan mengetahui
    kekuatan atau kelemahan produk atau pelayanan jasa perusahaan lain
    atau perusahaan sendiri. Selain itu, perusahaan dapat mengatahui
    bagaimana kinerja dari karyawannya ketika berinteraksi langsung
    dengan para konsumen serta bagaimana sikap dari karyawannya
    apabila ada konsumen yang mengeluh.
  4. Analisis Pelanggan yang Lari (Lost customer analysis)
    Metode ini sedikit unik dimana perusahaan berusaha menghubungi
    kembali para konsumennya yang telah berhenti membeli atau yang
    telah beralih pemasok. Informasi yang dapat diperoleh berupa alasan
    mereka berhenti membeli atau telah beralih pemasok dan informasi
    tersebut sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengambil
    kebijakan selanjutnya dalam rangka meningkatkan kepusaan dan
    loyalitas konsumen.