Menurut Kotler, setidaknya tiga langkah dalam melakukan positioning, yaitu :
- Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan
dalam hubunagn dengan pesaing. - Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat atau menonjol.
- Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.
Tidak semua keunggulan merupakan indikator yang bisa ditampilkan ke pasar,
tetapi harus diseleksi. Menurut Kotler, sebuah keunggulan yang patut ditampilkan
harus memenuhi kriteria: penting, berbeda, lebih unggul dibandingkan pesaing,
dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru,terjangkau, dan menguntungkan.
a. Penting
Keunggulan itu harus merupakan kemampuan yang dianggap sangat penting
oleh cukup banyak pembeli.
b. Berbeda
Belum ada pesaing yang menawarkan atau memosisikan keunggulan itu atau
mereka sudah ada yang menawarkan namun masih dengan cara yang lebih
umum.
c. Superior (Unggul)
Keunggulan itu lebih baik dibandingkan dengan produk atau jasa lain yang
dimiliki pesaing.
d. Dapat Dikomunikasikan
Keunggulan itu dapat dikomunikasikan dan menjadi perhatian pembeli atau
calon pembeli.
e. Pelopor
Pesaing sulit meniru keunggulan yang dimiliki tersebut.
f. Harga Terjangkau
Pembeli mampu membayar biaya keunggulan yang ditambahkan dalam
produk tersebut.
g. Menguntungkan
Perusahaan dapat memperoleh laba dari pemberian keunggulan tersebut.
Sebagai contoh dalam jasa perbankan, bidang-bidang keunggulan yang
mungkin dimiliki oleh sebuah bank dapat berupa:
a) Keamanan finansial.
b) Kenyamanan.
c) Cepat dan menyenangkan.
d) Tingkat bunga kredit murah (terutama berlaku pada bank konvensional
da bukan pada bank yang menerapkan sistem syariah karena pada bank
syariah bunga dianggap riba dan tidak diberlakukan).
e) Proses kredit yang sederhana (tidak menjengkelkan).
f) Layanan secara pribadi.
g) Bimbingan investasi.
h) Ketersediaan kredit.
i) Tempat parkir yang luas.
j) Menguntungkan bagi nasabah.
k) Pelayanan yang memuaskan.
l) Jaringan yang luas.
m) Teknologi yang modern, dan lain-lain
