Kim dan Mauborgne (2005) mengatakan bahwa langkah awal pada strategi
blue ocean adalah menciptakan blue ocean itu sendiri dan menerapkan
aplikasinya dalam kerangka kerja dan sebagai alat analisis. Perusahaan yang
terperangkap dalam samudera merah kebanyakan mengikuti pendekatan
konvesional, yakni berlomba-lomba memenangi kompetisi dengan membangun
posisi kokoh dalam tatanan industri yang ada. Kreator dari samudera
biru, mengikuti logika strategis yang berbeda dimana Kim dan Mauborgne
menyebut hal ini sebagai inovasi nilai.
