Kim dan Mauborgne (2005) mengatakan prinsip pertama yang harus
dipahami dan dilakukan adalah merekonstruksi batasan-batasan pasar pada
industri untuk menjauh dari kompetisi dan menciptakan samudera biru itu. Ada
enam pendekatan dasar untuk membentuk ulang batasan-batasan pasar yang
disebut kerangka kerja enam jalan. Enam jalan ini menentang enam asumsi pokok
yang mendasari strategi di banyak perusahaan. Enam asumsi dasar ini, yang
begitu saja dijadikan landasan oleh sebagian besar perusahaan dalam membangun
strategi mereka, membuat perusahaan harus terperangkap untuk berkompetisi
dalam samudera merah, antara lain :
1) Mendefinisikan industri mereka secara serupa dan fokus untuk menjadi
yang terbaik dalam definisi itu.
2) Melihat industri mereka melalui lensa kelompok-kelompok strategis yang
sudah diterima secara umum (seperti mobil mewah, mobil ekonomis, dan
kendaraan keluarga), dan berusaha untuk menonjol dalam kelompok
strategis tempat mereka bermain.
3) Berfokus pada kelompok pembeli yang sama, baik itu pembeli
langsung/purchaser (sebagaimana dalam industry pakaian), maupun
pemberi pengaruh/influencer (sebagaimana dalam industri farmasi).
4) Mendefinisikan secara sama cakupan dari produk dan jasa yang
ditawarkan oleh industri mereka.
5) Menerima begitu saja orientasi fungsional atau emosional dari industri
mereka.
6) Berfokus pada titik yang sama pada waktu yang sama, dan sering kali pada
ancaman-ancaman persaingan terkini yang sama dalam merumuskan
strategi.
