Menurut Wijaya dan Danar (2014:35-37) teori pilihan rasional adalah
prilaku politik yang dalam asumsi sederhana bahwa aktor politik, termasuk
didalamnya birokrasi dan masyarakat adalah instrumental, hanya melayani dan
memaksimalkan perilaku kepentingan dirinya sendiri. James Buchanan (dalam
Wijaya dan Danar : 2014) menyatakan bahwa teori pilihan rasional merupakan
teori ekonomi neoklasik yang di aplikasikan dalam sektor publik. Teori ini
kemudian berkembang dan belakangan populer dengan sebutan teori pilihan
publik.
Karakteristrik inti dari teori pilihan rasional dipisahkan dari pendekatan
politik tradisoional dan teori administrasi publik adalah penekanannya pada
rasionalitas, mengenai aktor yang memiliki kepentingan pribadi. Berdasarkan
teori Smith, masyarakat dan birokrat dalam konteks ini di asumsikan bahwa
mereka masyarakat dan birokrat diikat karena termotivasi oleh keinginan untuk
menguntungkan diri mereka sendiri. Teori pilihan rasional dan pengambilan
keputusan memperkenalkan konsep individualis moralitas baru, yakni, pandangan
pada perilaku manusia yang rasional.
33
Adam Smith (dalam Wijaya dan Danar: 2014:36) menjelaskan fenomena
ekonomi dalam karyanya “the Wealth of Nations” yang menyebutkan bahwa
setiap individu tertarik dan hanya akan mengejar manfaat bagi dirinya sendiri,
meskipun dengan demikian seringkali „diarahkan oleh yang „tak terlihat‟… tanpa
mengetahuinya, tanpa menyadarinya atau bahkan tanpa bermaksud untuk
kepentingan dirinya..‟ dan berdalih melakukannya untuk memajukan kepentingan
masyarakat. Meskipun Adam Smith masih berpendapat bahwa kesejahteraan
masyarakat sangat terkait antara satu dengan yang lain, antara lain, pada hukum
dan lembaga publik, pengikutnya berkonsentrasi sepenuhnya pada bagaimana
mengoptimalkan kegiatan individu, yaitu bagaimana untuk mencapai keuntungan
maksimum pada biaya minimum.
