Perencanaan Strategi dalam Praktik


Perencanaan yang strategik akan membawa dampak positif terhadap
kinerja organisasi/perusahaan. Agar sebuah perencanaan strategik dapat bekerja
dengan baik, setidaknya para pemimpin perusahaan/organisasi tidak hanya
berfokus pada situasi persaingan saat itu, tetapi juga mengantisipasi situasi pada
masa mendatang. Dalam Udaya, dkk (2014:16) menjelaskan bahwa para pakar
telah menyiapkan beberapa teknik untuk mengantisipasi lingkungan bersaing pada
masa mendatang. Beberapa teknik yang terkenal adalah Scenario Planning, yang
dikembangkan oleh General Electric, Decentralized Planning dan Strategic Intent,
yang dikembangkan oleh Gary Hamelndan C.K. Prahalad.
Scenario Planning
Tidak semua rencana sebaik apapun yang dibuat manusia selalu berhasil,
banyak hal menyebabkan kegagalan khususnya perubahan lingkungan memainkan
peranan sangat penting terhadap kegagalan apabila para pimpinan tidak
memperhatikan masalah lingkungan secara serius. Untuk mengantisipasi situasisituasi yang tidak diinginkan pada masa mendatang dan mengantisipasi
perubahan-perubahan yang mungkin timbul di lingkungan. Menganalisis Scenario
Planning menyangkut memformulasikan rencana-rencana berdasarkan skenario
bilamana tidak pada masa datang. Artinya, bilamana lingkungan tidak sesuai
dengan rencana, apa yang harus dilakukan organisasi/perusahaan. Rencana
didasarkan atas perkiraan yang optimistik dan pesimistik sehingga para pimpinan
harus memberikan solusi terhadap situasi yang dianggap mungkin akan terjadi.
Keuntungan Scenario Planning adalah para manajer/pimpinan dipaksa
untuk berpikir di luar lingkaran cara biasa berpikir dan mengetahui bahwa di luar
itu terdapat situasi yang berbeda dengan yang biasa mereka pikirkan. Dengan
demikian mereka harus menerima bahwa lingkungan diluar perusahaan dapat
berbeda-beda dan berubah-ubah sehingga mereka harus dapat bertindak secara
flesibel, bukan menggantungkan diri pada rencana-rencana yang tidak
mengantisipasi terjadi perubahan-perubahan tersebut sehingga tidak fleksibel.
Decentralized Planning
Kesalahan utama seringkali dilakukan adalah perencanaan hanya dibuat
oleh top manager. Para manager atau pemimpin adalah putusan segala
kepentingan perusahaan yanag sering berada jauh diluar perusahaan/organisasi
sehingga mengakibatkan rencana-rencana mereka sangat berbeda dengan keadaan
sesungguhnya yang dihadapi. Akibatnya rencana-rencana tersebut tidak dapat
dilaksanakan dengan baik sehingga dapat mengakibatkan kemunduran kinerja
organisasi/perusahaan.
Untuk mengubah hal tersebut rencana-rencana harus melibatkan semua
lapisan manajer perusahaan, dari lapisan atas sampai lapisan bawah. Ini berarti
bahwa pembuatan rencana harus di desentralisasikan. Para manajer/pemimpin
membuat rencana-rencana strategis yang menyangkut tujuan yang ingin dicapai.
Namun mengikutsertakan para manajer/pemimpin tingkat bawah saja tidak cukup
untuk memastikan kinerja mereka baik, tetapi mereka juga harus mempunyai
pandangan bahwa putusan-putusan yang diambil masuk akal dan jujur.
Strategic Intent
Dasar konsep Strategic Intent adalah penetapan sebuah visi serta tujuantujuan yang ambisius yang menyebar di perusahaan atau organisasi dan
kemungkinan mencari cara-cara untuk membangun sumber daya serta kapabilitas
yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Proses perencanaan stratejik
harus dimulai dari penetapan sebuah visi yang menantang. Dalam proses
selanjutnya pemimpin harus mencari strategi untuk mengembangkan sumber daya
serta kapabilitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut daripada
hanya menggunakan kekuatan-kekuatan yang dimilikinya untuk memanfaatkan
peluang yang ada.