Pengertian Manajemen Strategi


Manajemen strategi menjadi grand theory dalam penelitian ini. Manajemen
strategi terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan strategi yang masing-masing
memiliki arti tersendiri. Manajemen adalah suatu rangkaian proses yang meliputi
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan
pengendalian dalam rangka memberdayakan seluruh sumber daya organisasi
dengan segala aspek untuk mencapai tujuan organisasi (Riyadi, 2019). Sedangkan
strategi adalah seni menggunakan keterampilan dan sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuannya di bawah kondisi yang paling menguntungkan melalui
hubungan yang efektif dengan lingkungan (Budio et al., 2019).
Strategi dapat dikatakan sebagai suatu tindakan penyesuaian untuk
mengadakan reaksi terhadap situasi lingkungan tertentu yang dapat dianggap
penting, dimana tindakan penyesuaian tersebut dilakukan secara sadar berdasarkan
pertimbangan yang wajar. Strategi dirumuskan sedemikian rupa sehingga jelas apa
yang sedang dan akan dilaksanakan perusahaan demi mencapai tujuan yang ingin
dicapai (Budio et al., 2019).
Menurut Persari et al. (2018), strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan
dan sasaran jangka panjang organisasi, diterapkannya aksi dan alokasi sumber daya
yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa strategi itu merupakan suatu proses yang memutuskan strategi
pasar produk yang menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan peluang
lingkungan yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.
Menurut Antariksa et al. (2017), mendefinisikan manajemen strategi sebagai
suatu seni dan ilmu untuk memformulasikan, menerapkan, dan mengevaluasi
keputusan-keputusan lintas fungsi, dengan itu maka organisasi bisa mencapai
tujuan organisasi.
Manfaat penerapan manajemen strategi dikemukakan oleh Antariksa et al.
(2017) yaitu dapat memperkuat kemampuan perusahaan mencegah terjadinya
masalah, dengan melibatkan karyawan dalam perumusan strategi dapat
meningkatkan pemahaman mereka akan adanya hubungan produktivitas imbalan di
setiap rencana strategi serta menambah motivasi karyawan, berkurangnya
kesenjangan dan tumpang tindih antar individu dan kelompok, dan dapat
mengurangi penolakan terhadap perubahan.