Menurut pendapat Hitt et al yang dikutip dalam Rangkuti
(2011:197), manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi
dalam mengidentifikasi apa yang ingin dicapai.
Manajemen mempunyai arti yang sangat luas, dapat berarti proses,
seni, ataupun ilmu. Dikatakan proses karena manajemen terdapat beberapa
tahapan untuk mencapai tujuan, yaitu perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengawasan. Dikatakan seni karena manajemen
merupakan suatu cara atau alat untuk seorang manajer dalam mencapai
tujuan. Dimana penerapan dan penggunaan tergantung pada masing-masing
manajer yang sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi dan pembawaan
manajer. Udaya, J., Wennadi, L.Y., & Lembana, D.A.A. (2013) mengatakan
manajemen stratejik berkaitan dengan formulasi strategi dan pelaksanaan
strategi menggunakan taktik tertentu, di mana taktik adalah bagian dari
strategi yang digunakan untuk mencapai sasaran khusus yakni posisi unggul
dalam persaingan atau kompetisi.
Sedangkan Menurut Fred R. David (2011:5) manajemen strategis
dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan,
mengimplemen-tasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintasfungsional yang memampu-kan sebuah organisasi mencapai tujuannya.
