Prinsip-prinsip Kualitas Pelayanan


Prinsip-prinsip kualitas pelayanan dimaksudkan agar perusaaan mampu
menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang tepat untuk membangun
kualitas pelayanan secara berkesinambungan. Dimana kualitas pelayanan yang baik
dapat mendukung keberhasilan perusahaan.
Menurut Fandy Tjiptono dan Gregorius Chandra, (2016) adalah sebagai
berikut:

  1. Kepemimpinan
    Strategi kualitas perusahaan harus merupakan inisiatif dan komitmen dari
    manajemen puncak. Manajemen harus memimpin dan mengarahkan
    organisasinya dalam upaya peningkatan kinerja kualitas pelayanan. Tanpa
    adanya tindakan kepemimpinan dari manajemen, maka usaha untuk
    meningkatkan kualitas pelayanan hanya berdampak kecil.
  2. Pendidikan
    Semua karyawan perusahaan, mulai dari manajemen sampai karyawan
    operasional harus memperoleh pendiidkan mengenaik kualitas pelayanan.
    Aspek-aspek yang dianggap perlu mendapat penekanan dalam pendidikan
    tersebut antara lain konsep kualitas, alat teknik dan perencanaan ekslusif
    dalam implementasi strategi kualitas.
  3. Perencanaan Strategi
    Proses perencanaan strategi yaitu perencanaan yang mencakup pengukuran
    dan tujuan kualitas pelayanan yang digunakan dalam mengarahkan
    perusahaan untuk mencapai visi dan misinya.
  4. Review
    Proses review merupakan kegiatan yang dapat menggambarkan mekanisme
    yang menjamin adanya perhatian terus-menerus terhadap upaya
    mewujudkan sasaran-sasaran kualitas.
  5. Komunikasi
    Implementai strategi kualitas dalam organisasi dipengaruhi oleh proses
    komunikasi organisasi, baik dengan karyawan, pelanggan maupun
    stakeholder lainnya seperti pemasok, pemegang saham, pemerintah,
    masyarakat sekitar, dan lainnya. Dimana hal ini akan berdampak secara
    langsung baik itu positif atau negatif pada kualitas pelayanan yang
    diberikan.
  6. Total Human Reward and Recognition
    Hal ini merupakan aspek kursial dalam implementasi strategi kualitas.
    Setiap karyawan berprestasi perlu diberi imbalan dan prestasinya
    diharapkan menjadi jejak yang akan diikuti. Dengan menggunakan cara
    seperti ini, motivasi, semangat kerja, rasa bangga dan rasa memiliki setiap
    anggota organisasi dapat meningkat, yang pada akhirnya dapat
    berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan yang berkualitas sehingga
    dapat mendukung produktivitas atau profitabilitas bagi perusahaan, serta
    kepuasan dan loyalitas pelanggan.