Indikator Kepuasan Pengunjung


Indikator adalah Variabel-variabel yang dapat menunjukkan ataupun
mengindikasikan kepada penggunanya tentang kondisi tertentu, sehingga dapat
digunakan untuk mengukur perubahan yang ada.
Di bawah ini terdapat beberapa dimensi atau indikator kepuasan pengunjung
menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
1) Indikator kepuasan pelanggan menurut Tjiptono, (2017) yaitu:

  1. Kesesuaian Harapan
    Merupakan tingkat kesesuaian antara kinerja produk yang diharapkan oleh
    pelanggan dengan yang dirasakan oleh pelanggan, meliputi:
    a. Produk yang diperoleh sesuai atau melebihi dengan yang diharapkan,
    b. Pelayanan oleh karyawan yang diperoleh sesuai atau melebihi dengan
    yang diharapkan, dan
    c. Fasilitas penunjang yang didapat sesuai atau melebihi dengan yang
    diharapkan.
  2. Minat Berkunjung Kembali
    Merupakan kesediaan pelanggan untuk berkunjung Kembali atau
    melakukan pembelian ulang terhadap produk yang terkait, meliputi:
    a. Berminat untuk berkunjung kembali karena pelayanan yang diberikan
    oleh karyawan memuaskan,
    b. Berminat untuk berkunjung Kembali karena nilai dan manfaat yang
    diperoleh setelah mengkonsumsi produk, dan
    c. Berminat untuk berkunjung Kembali karena fasilitas penunjang yang
    disediakan memadai.
  3. Kesediaan Merekomendasikan
    Merupakan kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan produk yang
    telah dirasakannya kepada teman atau keluarga, meliputi:
    a. Menyarankan teman atau kerabat untuk membei produk yang
    ditawarkan karena pelayanan yang memuaskan,
    b. Menyarankan teman atau kerabat untuk membeli produk yang
    ditawarkan karena fasilitas penunjang yang disediakan memadai,
    c. Menyarankan teman atau kerabat untuk membeli produk yang
    ditawarkan karena nilai atau manfaat yang didapat setelah
    mengkonsumsi sebuah produk jasa.
    2) Menurut Liu, (2016) terdapat tiga dimensi kepuasan konsumen yaitu:
  4. Kualitas yang dirasakan
    Penentu utama kepuasan konsumen yaitu kualitas atau kinerja, Kualitas
    adalah sangat mendasar bagi selruh kegiatan ekonomi karena dapat
    menggambarkan dua buah komponen secara keseluruhan sebuah
    pengalaman konsumsi, yaitu sejauh mana penawaran yang ditawarkan
    dan diberikan oleh perusahaan memenuhi kebutuhan konsumen dan
    sejauh mana kompetensi karyawan berusaha dalam memberikan
    pelayanan dan berkualitas bagi konsumennya.
  5. Nilai yang dirasakan
    Nilai adalah tingkat yang dirasakan oleh konsumen terhadap harga yang
    dibayarkan olehnya. Konsumen akan membandingkan nilai yang
    dirasakan setelah melakukan transaksi dengan penawaran yang
    diberikan oleh perusahaan baik berupa produk barang atau jasa. Dengan
    ini konsumen dapat memberikan nilai atas nilai yang telah dirasakan
    terhadap produk barang atau jasa itu tadi.
  6. Harapan konsumen
    Harapan merupakan awal sebelum konsumen merasakan kualitas dan
    nilai yang diberikan oleh perusahaan. Konsumen memiliki harapan
    terhadap sejauh mana penawaran yang diberikan oleh perusahaan dalam
    bentuk produk atau jasa tersebut. Proses sebelumnya adalah konsumen
    mencari dan mendapatkan informasi-informasi dari berbagai sumber,
    selanjutnya akan memikirkan dan memperkirakan kemampuan
    perusahaan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dimasa
    depan yang akan diterimanya.
    3) Menurut Setyo, (2017) terdapat tujuh indikator kepuasan pelanggan yaitu:
  7. Terpenuhinnya harapan pelanggan
    Pelanggan merasakan kepuasan akan terpenuhinya kebutuhan dan
    keiinginan dari kinerja nyata suatu produk atu jasa.
  8. Sikap atau keinginan menggunakan produk
    Yang dimaksud dengan sikap yaitu perilaku pembeli yang terbentuk dari
    hasil pengalamannya mengenai produk, dan juga berbagai info yang
    didapat dari orang lain juga yang ditunjukan pada iklan di internet,
    media masa, dan melalui pemasaran langsung lainnya.
  9. Merekomendasi ke orang lain
    Pelanggan yang merasa puas akan selalu merekomendasikan hasil
    pengalaman yang didapat pada orang lain, mengenai apa yang diperoleh
    sebagai suatu kualitas dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan,
    sebaliknya bila konsumen merasa tidak puas maka dia akan menjelaskan
    pengalamannya kepada pihak lain dengan kesan yang buruk. Maka hal
    ini dapat menjadi tolak ukur dalam menilai kepuasan pelanggan.
  10. Kualitas layanan
    Kualitas pelayanan dapat diwujudkan melalui pemenuhan harapan dan
    keinginan pelanggan serta ketepatan menyampaikan untuk
    mengimbangi harapan konsumen, hal ini bertujuan agar konsumen
    merasa bahwa harapannya terpenuhi oleh layanan yang telah diberikan
    perusahaan tersebut. Yang dapat mempengaruhi pelanggan dalam
    melakukan pembelian ulang.
  11. Loyalitas
    Pelanggan memiliki bermacam alasan untuk tidak menjaga loyalitasnya
    terhadap produk atau jasa tertentu, yang mampu memberikan manfaat
    atau memenuhi harapan mereka.
  12. Reputasi yang baik
    Dalam suatu jasa, reputasi atau nama yang baik sangat mempengaruhi
    keberhasilan karena itu reputasi yang berupa reputasi merk (brand
    reputation), citra merk (brand image), nama yang baik (the best name),
    citra perusahaan (company image), pelayanan prima (service excellent)
    dan semua yang berhubungan dengan kepuasan konsumen dianggap
    berada di posisi proritas.
  13. Lokasi
    Yang disebut sebagai lokasi dalam hal ini yaitu tempat dimana
    perusahaan memperjual belikan produk barang atau jasa yang
    ditawarkan pada calon pelanggan. Pemilihan lokasi ini juga perlu
    diperhatikan, hal ini dikarenakan lokasi juga dapat berefek baik atau
    buruk sesuai dengan ketepatan dalam pemilihannya