Indikator Kepuasan Pasien


Terdapat beberapa peneliti menganggap bahwa kepuasan pasien dan
kepuasan penyedia pelayanan sebagai aspek psikososial yang mencerminkan
efektivitas pelayanan kesehatan, sementara para pakar mengusulkan beberapa
indikator sebagai alat ukur kepuasan tersebut. Indikator tersebut antara lain,
kepuasan pasien dan kepuasan penyedia pelayanan. Menurut Pohan (2015) terdapat
indikator-indikator kepuasan pasien yaitu:
a. Kepuasan terhadap akses layanan kesehatan
Kepuasan terhadap akses layanan kesehatan tercermin dari sikap dan
pengetahuan seseorang mengenai sejauh mana layanan kesehatan itu
tersedia pada waktu dan tempat saat dibutuhkan. Kemudahan dalam
memperoleh layanan kesehatan, baik dalam keadaan normal maupun
keadaan gawat darurat.
b. Kepuasan terhadap mutu layanan kesehatan
Hal ini akan dinyatakan oleh sikap terhadap kompetensi teknis dokter
dan/atau tenaga kesehatan lain yang berhubungan dengan pasien, serta
hasil akhir dari pengobatan atau perubahan kondisi yang alami pasien
sebagai hasil dari layanan kesehatan yang diberikan.
c. Kepuasan terhadap proses layanan kesehatan, termasuk hubungan antar
manusia
Kegiatan ini akan ditentukan dengan melakukan pengukuran sejauh mana
ketersediaan layanan rumah sakit menurut penilaian pasien, persepsi
tentang perhatian dan kepedulian dokter dan profesi layanan kesehatan
lain.
d. Kepuasan terhadap sistem layanan kesehatan
Tingkat kepuasan terhadap sistem layanan dapat dipengaruhi oleh persepsi
terhadap fasilitas fisik dan lingkungan layanan kesehatan, prosedur
pendaftaran termasuk antrean, durasi waktu tunggu, pemanfaatan waktu
selama menunggu, sikap mau menolong serta kepedulian tenaga
kesehatan, hingga mekanisme penanganan masalah dan keluhan yang
muncul