Untuk memenuhi fungsi persediaan, Heizer dan Render (2015)
membedakan jenis persediaan menjadi 4 yaitu :
- Persediaan bahan baku (Raw Material)
Merupakan material yang telah dibeli namun belum diproses. Jenis
persediaan ini dapat digunakan untuk memisahkan pemasok dari
proses produksi dengan mengeliminasi variasi pemasok dalam
kualitas, kuantitas dan waktu pengiriman. - Persediaan barang dalam proses (Work in Proces Inventory)
Merupakan komponen atau bahan baku mentah yang telah diproses
namun belum selesai. Jenis persediaan ini ada dikarenakan sebuah
produk membutuhkan waktu untuk dibuat. - Pemeliharaan, Perbaikan dan Pengoperasian (Maintenance/ Repair
/ Operating (MRO))
Merupakan jenis persedian yang diperlukan untuk pemeliharaan,
perbaikan dan pengoperasian agar proses produksi tetap berjalan.
Persediaan ini butuh rencanakan karena waktu untuk pemeliharaan
dan perbaikan tidak diketahui. - Persediaan Barang Jadi (Finished Good Inventory)
Merupakan persediaan yang diperoleh dari hasil produksi yang
sudah selesai dan masih disimpan di gudang perusahaan. Barang
jadi dimasukkan ke dalam persediaan, karena fluktuasi permintaan
konsumen untuk jangka waktu tertentu mungkin tidak diketahu
